Curhat Icha Si Pengidap Cerebral Palsy: Rasanya Seperti Kiamat Kecil

ADVERTISEMENT

Curhat Icha Si Pengidap Cerebral Palsy: Rasanya Seperti Kiamat Kecil

Nada Celesta - detikNews
Minggu, 20 Nov 2022 07:11 WIB
Jakarta -

Dua puluh empat tahun lalu, Aisyah Cahyu Cintya lahir dengan kondisi lumpuh otak, atau Cerebral Palsy. Dengan kondisi ini, otot dan saraf mengalami gangguan. Akibatnya, ada gangguan pada gerak motorik, intelektual, pendengaran, penglihatan, serta kemampuan berbicara.

Icha, begitu ia biasa disapa, pada mulanya tidak mengetahui akan Cerebral Palsy yang diidapnya. Barulah di usia ke-13, Icha merasa ada yang berbeda antara ia dan anak-anak seusianya. Ia mulai memahami tatapan aneh dari orang-orang di sekitarnya, hingga diskriminasi dari kawan-kawan sekolah.

"Keluar rumah, ke warung jajan sendiri, aku mikir, 'kok jalanku lambat ya, kok aku dilihatin orang begitu banget ya'. Nah pas di umur tiga belas tahun aku kan banyak dapat didiskriminasi, habis itu aku down. Terus aku searching gangguan motorik itu apa," kenang Icha di program Sosok detikcom (21/11/22).

Penelusuran Icha di mesin pencarian daring mengantarnya pada istilah Cerebral Palsy. Semakin dalam Icha menyelami informasi, emosinya membuncah. saat itu, ia baru tahu apa yang tengah dihadapinya.

"(Aku) nangis. Mimpiku itu ingin dikenal banyak orang, ingin membawa perubahan, ingin terlihat cantik. Aku kepo, nyari tahu gangguan motorik itu apa dan ternyata tidak bisa disembuhkan. Rasanya tuh kiamat kecil untuk diri sendiri," terang Icha.

Icha sempat putus asa. Namun, ia tak menyerah. Bermodal uang saku yang ia kumpulkan dari orang tuanya, Icha mulai mendatangi fasilitas terapi.

Perlahan tapi pasti, Icha mulai melihat perkembangan pada gerakan motoriknya. Dalam perkembangannya, akhirnya Icha mampu berdiri lebih tegak, berjalan lebih cepat, dan melakukan aktivitas sehari-hari.

"Dulu aku (aktivitas) dibantu seratus persen sama orang tua. Lalu aku berani untuk memulai belajar untuk mandiri, kayak belajar untuk mandi di kamar mandi 3 jam, lepas baju sampai robek, makan berantakan. Sekarang activity itu seratus persen aku lakuin sendiri," jelas Icha.

Tak hanya aktivitas di dalam rumah, kini Icha juga rutin berolahraga sepeda. Dengan sepeda roda tiga kesayangannya, Icha biasa menyusuri jalanan Jakarta bersama komunitas sepeda atau sekadar untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Icha tulis buku hingga dirikan komunitas untuk media edukasi, halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT