Gerindra Kritik Rencana Pemprov DKI Bangun Jalur Sepeda Kompleks

ADVERTISEMENT

Gerindra Kritik Rencana Pemprov DKI Bangun Jalur Sepeda Kompleks

Dwi Andayani - detikNews
Minggu, 20 Nov 2022 06:45 WIB
Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI
Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Rani Mauliani (Dok. Situs DPRD DKI Jakarta)
Jakarta -

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta berencana akan menambah jalur sepeda baru sifatnya menghubungkan jalur satu dengan jalanan di lingkungan kompleks. Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Rani Mauliani menanyakan alasan Dishub membuat rencana tersebut.

"Waduh, alasannya apa sampai harus merambah ke jalur kompleks tentu pasti banyak yang kurang berkenan karena pastinya warga lingkungan kompleks akan merasa terganggu, saya rasa para pengguna jalur sepeda tersebut juga sepaham tentang hal tersebut," ujar Rani saat dihubungi, Sabtu (19/11/2022).

Rani menilai jalur sepeda yang sudah ada saja kerap mendapat komplain. Terlebih menurutnya masih banyak warga yang menggunakan kendaraan bermotor dibandingkan sepeda.

"Yang ada saja kan masih banyak yang komplain dan belum merasakan manfaatnya karena jumlah pengguna kendaraan dan pengguna sepeda saat bukan hari libur masih lebih banyak pengguna jalur dengan kendaraan bermotor yang tentunya dengan adanya jalur sepeda membuat semakin macet di beberapa ruas jalan," kata Rani.

Selain itu menurut Rani, Dishub kerap membuat rencana namun kurang maksimal dalam mengimplementasikan.

"Suka ada-ada aja ya Dishub kalau buat ide atau rencana, tapi ketika sudah terbangun juga kurang maksimal impementasinya," tuturnya.

Rencana Pemprov DKI

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo membenarkan anggaran jalur sepeda kembali dimasukkan ke dalam RAPBD 2023 sebesar Rp 7,5 miliar. Nantinya, anggaran Rp 5 miliar di antaranya akan digunakan untuk kegiatan optimalisasi jalur.

"Begitu dalam pembahasan terakhir pada hari Rabu kemarin kami kembali lakukan pembahasan dengan komisi B, itu sudah ditambahkan anggaran sebesar Rp 7,5 miliar," kata Syafrin Liputo saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (18/11).

Syafrin menjelaskan nantinya optimalisasi jalur sepeda akan dilakukan berdasarkan hasil rekomendasi dari evaluasi komprehensif. Sehingga, tak menutup kemungkinan ada penambahan jalur sepeda baru dalam kegiatan optimalisasi. Hanya saja, sifatnya menghubungkan jalur satu dengan jalanan di lingkungan kompleks permukiman.

"Optimalisasi bukan berarti nggak bangun jalur baru ya, contohnya begitu ada jalan lingkungan yang harus dikoneksikan jalur sepeda agar lebih optimal, maka itu bisa disiapkan," jelasnya.

Syafrin juga membeberkan data harian jumlah pesepeda di Ibu Kota. Tercatat, sekitar 3 ribu pesepeda mengaspal di jalur sepeda yang disiapkan. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan sebelum adanya jalur sepeda di jalanan kota.

"Sebelum ada jalur sepeda rata-rata 47 sepeda. 47 Orang. Setelah dilakukan pengembangan jalur sepeda, bahkan terakhir di Agustus itu 4 ribu pesepeda perhari," ucapnya.

(dwia/dnu)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT