Berharap Kesembuhan di Kapal AS

Berharap Kesembuhan di Kapal AS

- detikNews
Senin, 24 Jul 2006 06:46 WIB
Banda Aceh - Sedikitnya 29 pasien berbagai penyakit berbondong-bondong ke rumah sakit terapung USNS Mercy milik Amerika Serikat di perairan Aceh. Hal yang sama dilakukan oleh Sapiah yang membawa anaknya Ihsan (1) karena menderita kepala membesar (hydrocepalus)."Saya sudah mencoba berobat kemana-mana tetap belum ada hasilnya. Saya pernah bawa Ihsan ke RS Bireun, RS Zainal Abidin dan terakhir ke Medan," kata Sapiah menahan rasa sedihnya ketika ditemui di Kapal USNS Mercy yang merapat di perairan Aceh, Minggu (23/7/2006).Sapiah menuturkan bahwa dirinya cukup senang dengan adanya pengobatan dari kru USNS Mercy ini. Apalagi dirinya merupakan keluarga yang tidak mampu. "Anak saya sudah terlihat gejala sakit ini sejak dalam kandungan. Tapi mau dikata apa, saya orang yang kekurangan," ujarnya sambil menyeka air mata.Dia mengaku memperoleh informasi pengobatan gratis di kapal AS itu dari petugas International Organization for Migration (IOM). "Mereka yang kasih tahu dan akhirnya saya mendaftar. Tadi anak saya sudah diperiksa, tapi belum tahu langkah berikutnya apa," imbuh warga Aceh Utara itu.Hal sama juga disampaikan oleh ibu dari pasien Delima Ulfa (11 bulan), Nurmala. Dia juga tahu adanya pengobatan di kapal AS ini dari IOM. Menurutnya saat ini Delima tengah menunggu penanganan dari dokter yang akan segera mengoperasi bibir sumbingnya. "Ya mudah-mudahan segera bisa dilakukan," pintanya. Nurmala yang berasal dari Takengon ini merasa senang dapat mendapatkan pengobatan di USNS Mercy karena merupakan kesempatan langka.Selain menangani pasien anak-anak, tim medis USNS Mercy juga menangani pasien dewasa. Misalnya saja Kholidin (20) warga Aceh Jaya yang kakinya bengkak bak kaki gajah akibat patah tulang saat diterjang tsunami pada Desember 2004 silam."Saya dulu sudah berobat ke RS Calang, tapi kaki saya masih tetap seperti ini," kata Kholidin sambil menunjukkan luka di kakinya. Akibat luka yang dideritanya dia mengaku tidak bisa bekerja lagi.Dalam melakukan pemeriksaan dan pengobatan kepada warga Aceh ini, pihak USNS Mercy selain menunjuk IOM untuk mendata pasien, mereka juga mengerahkan sukarelawan dari Husbanding Agent yang bertugas mendampingi para pasien terutama untuk menerjemahkan bahasa."Tugas kami hanya menerjemahkan apa yang disampaikan oleh tim medis. Soal lainnya ditangani IOM dan USNS," aku Gilbert salah satu relawan. (ary/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads