Jokowi: Terima Kasih Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Bantu Penanganan Pandemi

ADVERTISEMENT

Jokowi: Terima Kasih Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Bantu Penanganan Pandemi

Audrey Santoso - detikNews
Sabtu, 19 Nov 2022 10:03 WIB
Presiden Jokowi di Muktamar Muhammadiyah, Sabtu (19/11/2022)
Presiden Joko Widodo (Tara Wahyu NV/detikJateng)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan terima kasih kepada organisasi keagamaan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah, yang dinilainya telah membantu pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19. Jokowi mencatat ratusan fasilitas kesehatan Muhammadiyah turut berperan mengedukasi, mengobati, dan memberikan vaksinasi COVID-19 selama pandemi sejak 2020.

"Terima kasih atas dukungan keluarga besar Muhammadiyah dan keluarga besar 'Aisyiyah dalam membantu penanganan pandemi COVID-19 di tiga tahun terakhir," kata Jokowi dalam sambutannya di pembukaan muktamar ke-48 Muhammadiyah dan 'Aisyiyah di Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (19/11/2022).

"Terima kasih, terima kasih telah menggerakkan lebih dari 120 rumah sakit Muhammadiyah dan 235 klinik kesehatan milik Muhammadiyah yang aktif dalam mengedukasi masyarakat serta dalam pengobatan dan vaksinasi selama pandemi," sambungnya.

Jokowi bersyukur karena Indonesia masuk dalam kategori negara yang berhasil mengendalikan penularan virus Corona. Dia menyebut sebanyak 440 juta vaksin COVID-19 telah disuntikkan selama pandemi melanda.

"Alhamdulillah, Indonesia termasuk negara yang berhasil mengendalikan pandemi COVID-19. Kita juga termasuk negara dengan vaksinasi terbanyak di dunia, karena kita telah menyuntikkan lebih dari 440 juta dosis vaksin pada masyarakat," ucap Jokowi.

Jokowi lalu menyampaikan keberhasilan penanganan pandemi COVID-19 merupakan fondasi penting untuk memulihkan kondisi ekonomi yang sempat terpuruk di awal pandemi. Meski demikian, Jokowi menyayangkan terjadinya perang antara Rusia dan Ukraina di Ukraina yang menyebabkan gangguan pasokan global hingga berdampak pada kenaikan harga-harga bahan kebutuhan pokok.

"Keberhasilan kita dalam menangani pandemi ini telah menjadi fondasi penting dalam pemulihan ekonomi nasional kita. Namun pandemi belum sepenuhnya usai, masalah baru telah muncul," ungkap Jokowi.

"Perang di Ukraina telah merusak rantai pasokan global sehingga harga-harga pangan naik, harga-harga BBM dan listrik juga meningkat tajam di seluruh negara di dunia," tambah dia.

Lihat juga video 'Jokowi Pulang Duluan dari KTT APEC Demi Muktamar Muhammadiyah':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/idh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT