Mengintip Misi Kemanusiaan USNS Mercy
Senin, 24 Jul 2006 05:10 WIB
Banda Aceh - Kapal berbendera Amerika itu pelan-pelan merapat ke perairan Aceh setelah memperoleh informasi adanya gempa hebat dan tsunami di Serambi Aceh. Kejadian itu terjadi pada Desember 2004 silam. Seakan mengingatkan kiprah kapal AS itu 2 tahun silam, kini kapal yang lebih dikenal sebagai USNS Mercy kembali merapat ke perairan Aceh.Meski kapal itu tidak lagi bertugas membantu evakuasi dan penyembuhan korban gempa dan tsunami, namun tetap saja misi yang mereka bawa sama, misi kemanusiaan Kapal ini merapat ke perairan Aceh untuk melakukan serangkaian pengobatan gratis kepada warga Aceh.Ketika berkesempatan 'mengintip' kegiatan kapal tersebut, Minggu (23/7/2006), terlihat kesibukan dari para dokter dan tenaga medis di kapal yang panjangnya mencapai 894 kaki itu. Mereka sedang melakukan pengobatan selama persinggahannya di perairan Aceh selama 9 hari.Berdasarkan keterangan Komandan Tim Dokter USNS Mercy,Todd Sheer, pada hari Minggu ini setidaknya ada 29 pasien yang ditangani tim medis. Selain pasien, USNS Mercy memberikan kesempatan kepada 1 perwakilan keluarga pasien untuk mendampingi. Sungguh suatu kesempatan langka.Masih menurut Todd, jumlah dokter yang saat ini bertugas di kapal yang berubah fungsi dari tanker yang semula bernama SS Worth, menjadi rumah sakit terapung pada 1985 silam itu, setidaknya 78 dokter baik sipil maupun militer. Mereka tidak hanya berasal dari Amerika Serikat tapi juga dari sejumlah negara lain seperti India, Australia, Philipina, dan Singapura.Sementara menurut pemandu kapal, Steven Robinson, kapal yang bisa bergerak dengan kecepatan 17,5 knot per jam ini memiliki sejumlah fasilitas lengkap selayaknya rumah sakit. Robinson lantas menunjukkan berbagai ruangan yang ada seperti ruang X-ray yang jumlah 4 buah, satu ruangan CAT Scan, satu ruangan Cardio-thoracic Angiography, serta sejumlah ruangan lain termasuk laboratorium untuk mengetes kesehatan mata.Kapal ini juga mampu menyimpan 5.000 kantong darah termasuk memproduksi oksigen dan nitrogen. Pada saat tsunami melanda Aceh dan kawasan lainnya di Asia Tenggara, kapal ini telah melayani 107 ribu pasien.Dijelaskannya, dalam keadaan normal, kapal ini biasanya membawa 58 personel militer dan 12 awak kapal sipil. Dalam keadaan darurat dan butuh tenaga optimum, kapal ini bisa membawa 61 awak kapal sipil dan 1.214 personel militer.Misi kemanusiaan USNS Mercy di Aceh tentunya tidak hanya dilakukan sendirian. Mereka tetap bekerjasama dengan TNI dan juga LSM yakni International Organization for Migration (IOM) yang mendata siapa saja yang layak mendapatkan pengobatan di RS terapung itu.Selepas dari perairan Aceh, USNS Mercy akan melanjutkan perjalanannya menyusuri selat Malaka untuk kemudian berhenti beberapa hari di Singapura dan dilanjutkan ke Tarakan, Kupang dan East Timor sebelum akhirnya kembali ke pangkalannya di San Diego, California, AS.
(zal/)











































