PM Israel: Krisis di Libanon Akan Makan Waktu Lama
Minggu, 23 Jul 2006 23:46 WIB
Yerussalem - Perdana Menteri Israel Ehud Olmert menyatakan krisis di Libanon akan memakan waktu lama. Namun agresi ini tidak akan dilakukan besar-besaran."Proses diplomasi tidak hadir ketika penghancuran infrastruktur. Penghancuran ini akan memakan waktu yang lama," kata Olmert seperti dikutip dari kantor berita AFP, Minggu (23/7/2006).Olmert mejelaskan, pihaknya siap untuk negosiasi penyelesaian konflik ini. Namun dia tidak merinci kapan hal tersebut dapat terjadi."PM Libanon Fuad Siniora adalah rekan untuk negosiasi di saat waktu yang tepat," imbuhnya. Di lain pihak, Menteri Pertahanan Israel Amir Peretz menyatakan pihaknya tidak berencana untuk melakukan agresi secara besar-besaran. "Operasi ini difokuskan pada daerah-daerah yang limit. Kami tidak berniat untuk menginvansi Libanon," tegasnya.Agresi Israel ini dilakukan sejak 12 Juli lalu setelah Hizbullah melanggar garis batas. Tentara Hizbullah ini juga menahan 2 warga Israel dan membunuh 8 orang lainnya.Setidaknya 350 warga Libanon tewas akibat agresi militer ini. Sebagian besar dari mereka adalah warga sipil, dan lebih dari setengah juta warga diliputi rasa ketakutan."Kami tidak berperang dengan warga Libanon dan tidak ingin membinasakan mereka. Namun sebagian dari populasi adalah pembantu Hizbullah. Dan itulah kenapa mereka menjadi korban. Tapi dalam kasus ini mereka bukanlah target kami," tegas Olmert.
(ary/)











































