Ada Lempar-lemparan Kursi, PMII: Pertengkaran Fisik Bukan Ciri Khas Kami

ADVERTISEMENT

Suara Mahasiswa

Ada Lempar-lemparan Kursi, PMII: Pertengkaran Fisik Bukan Ciri Khas Kami

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 18 Nov 2022 17:09 WIB
Ricuh Muspimnas PMII
Suasana lempar-lemparan kursi di Muspimnas PMII di Tulungagung (Adhar Muttaqin/detikcom)
Jakarta -

Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) diwarnai kerusuhan saling lempar kursi. PMII menyatakan sikap kekerasan tersebut bukan merupakan kebiasaan organisasinya.

"Sebagai intelektual PMII, kita semua sepakat bahwa pertengkaran fisik bukanlah ciri khas aktivis PMII, tapi pertengkaran ide dalam diskursus kaderisasi, keorganisasian, pokok-pokok pikiran dan rekomendasi, serta mendesain rencana strategis PMII sebagai prasyarat mutlak output dari proses Muspimnas yang dihadiri oleh delegasi PMII dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote," kata Wakil Sekjen Bidang Politik, Hukum, dan HAM PMII, Hasnu Ibrahim, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/11/2022).

Kericuhan tersebut terjadi saat pembukaan Muspimnas PMII di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Kamis (17/11) kemarin. Kericuhan pecah saat Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi hendak membacakan sambutan Presiden Jokowi.

Sejumlah kader PMII di sisi utara tenda acara saling lempar kursi. Beberapa pejabat yang hadir seperti Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengamankan diri dan menjauh dari lokasi. Keributan akhirnya berhasil diredam oleh aparat keamanan.

Hasnu Ibrahim menjelaskan, Muspimnas melibatkan pengurus besar PMII hingga pengurus cabang. Muspimnas berwenang menghasilkan aturan organisasi dan mengupas dinamika organisasi, serta merespons situasi nasional. Pertarungan ide dan gagasan adalah hal yang seharusnya terjadi, bukan pertarungan fisik.

"Secara sederhana, Muspimnas itu harus menjelma dalam polarisasi ide bukan polarisasi politik yang syarat kepentingan sesaat," kata Hasnu.

PMII didorongnya dapat menggungat dan meminta pertanggungjawaban negara dalam menyelesaikan sejumlah masalah, termasuk krisis iklim, krisis ekonomi, kesehatan, pangan, kejahatan lingkungan, dan hak asasi manusia.

Hasnu berpandangan ada dua hal yang harus dihasilkan Muspimnas, yakni sebagai berikut:

(1) Formulasi internal agar menghasilkan blueprint kaderisasi dan peraturan organisasi yang menjawab kegamangan PMII se Indonesia.
(2) Formulasi eksternal agar menghasilkan manifesto perjuangan PMII berupa pokok-pokok pikiran dan rekomendasi kebijakan yang pro rakyat sebagai basis perjuangan PMII.

Simak Video: Kursi 'Beterbangan' dalam Pembukaan Muspimnas PMII di Tulungagung!

[Gambas:Video 20detik]




(dnu/dnu)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT