Exxon Bahas Pembebasan Lahan Blok Cepu Pekan Depan
Sabtu, 22 Jul 2006 23:23 WIB
Surabaya - Pelaksanaan proyek eksploitasi minyak bumi di Sumur Banyuurip di Bojonegoro (Blok Cepu) tinggal selangkah lagi. Pekan depan ExxonMobil akan bertemu Bupati Bojonegoro untuk membahas pembebasan lahan. Upaya ini untuk mewujudkan keinginan Presiden SBY yang menjadwal tahun 2008, eksploitasi minyak sudah harus mulai berjalan.Demikian disampaikan Vice Presiden Public Affair ExxonMobil Indonesia Maman Budiman di Hotel Shangri-La, Jl Mayjen Sungkono, Surabaya, Sabtu (22/7/2006).Menurut Maman, Plan of Development (Pod) sudah mendapat persetujuan dari BP Migas sehingga pihaknya langsung meneruskan langkah-langkah yang telah direncanakan."Minggu depan kita ke Bojonegoro untuk membahas pembebasan lahan bersama bupati. Tapi ini masih untuk pengembangan sumur Banyu Urip saja. Mudah-mudahan bisa berjalan seusai jadwal sehingga yang diharapkan 2008 eksploitasi berjalan," kata Maman didampingi Deva Rachman, PR ExxonMobil Indonesia.Lahan yang dibutuhkan Exxon seperti tertuang dalam PoD berkisar 750 hektar. "Nanti akan dirumuskan kayak apa model pembebasannya serta harga lahan milik masyarakat," katanya.Namun, kata Maman, pihaknya meminta kepada masyarakat yang lahannya terkena pembebasan untuk tetap memberlakukan harga yang sewajarnya."Jangan sewenang-wenang menentukan harga. Sebaliknya kita juga komitmen tidak akan merugikan warga. Misalnya yang dulu Rp 10 ribu per meter sekarang berapa. Itu kan ada ukurannya sendiri," jelasnya.Yang pasti, proses pembebasan lahan tetap akan melibatkan pemerintah setempat. "Tapi untuk pembayaran, nanti akan ditangani langsung Exxon," tegas dia.Mengenai wacana sistem sewa tanah yang sempat beredar di masyarakat sekitar sumur minyak Banyuurip di Desa Mojodelik Kecamata Ngasem, Maman belum bisa menanggapi. "Ya akan kita lihat dulu seperti apa nanti. Makanya kita ingin membahas ini dengan bupati," jawab Maman.Selain memasuki tahap pembebasan lahan, Exxon, lanjut Maman, juga telah mulai menyusun pembiayaan untuk pengerjaan proyek migas di Sumur Banyuurip. "Nilainya mencapai US$ 1,1 miliar untuk keperluan eksploitasi. Kalau eksplorasi sebelumnya kita telah habis US$ 450 juta," terang Maman.Di sumur Banyuurip saja mempunyai kandungan minyak sebesar 250 juta barel. "Per hari nantinya bisa 165 ribu barel. Tapi yang jelas dalam kontrak 30 tahun itu bukan berarti setiap harinya selalu di angka itu," katanya.Sedangkan kandungan minyak secara keseluruhan di Blok Cepu mencapai 600 juta barel minyak bumi. Itu terdiri sejumlah sumur yang ada, misalnya Banyuurip, Cendana dan lain-lainnya.Tak ketinggalan, ia menjelaskan selama proyek sumur Banyuurip nantinya Exxon menargetkan 49 sumur. Sumur itu terdiri 39 sumur produksi, 13 sumur injeksi dan 2 sumur gas. "Kita juga akan mengeksplorasi dua tempat di Ngraho, yaitu di Alas Tuwo dan Kedung Keris. Tapi kita belum tahu kandungannya, apakah minyak bumi atau gas," katanya.
(sss/)











































