Polri Beberkan Peran 3 Tersangka Teroris Jaringan JI di Lampung

ADVERTISEMENT

Polri Beberkan Peran 3 Tersangka Teroris Jaringan JI di Lampung

Wildan Noviansah - detikNews
Jumat, 18 Nov 2022 14:23 WIB
Ilustrasi teroris (insert) (Luthfy Syahban/detikcom)
Foto: Ilustrasi teroris (insert) (Luthfy Syahban/detikcom)
Jakarta -

Densus 88 Antiteror Polri bersama Polda Lampung membekuk tiga orang tersangka terorisme jaringan Jemaah Islamiyah (JI) di Lampung. Tiga itu di antaranya berinisial TY, AB dan JD.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, peran tersangka TY yakni merupakan koordinator jaringan Jemaah Islamiyah wilayah Lampung. TY juga menjabat sebagai Wakil Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) JI periode tahun 2015-2020. Selain itu, TY juga didapati memiliki senjata api rakitan dan 430 butir amunisi yang dibeli dari tersangka lain JD.

"Perannya memiliki satu pucuk senjata api rakitan dan 430 butir amunisi dari tersangka JD. Tahun 2019 TY bersama dengan JD memesan senjata api rakitan laras panjang," kata Ramadhan kepada wartawan, Jumat (18/11/2022).

Selanjutnya, tersangka AB berperan sebagai koordinator JI Lampung setelah TY ditangkap. Dia juga diketahui mengikuti pertemuan dalam rangka rencana penggalangan dana global di Suriah.

"Pengganti koordinator JI lampung pasca ditangkapnya TY. Menerima satu pucuk senjata jenis PCP weapon training di Lampung. Melakukan pertemuan di Balako di Bandar Lampung membahas penggalangan dana di Lampung untuk aksi jihad global di Suriah," ujarnya.

Terakhir, Tersangka JT diketahui sebagai jemaah binaan tersangka TY. Dari JD juga didapatkan 520 butir amunisi. Selain itu JD diketahui menjual senjata api rakitan dan 430 butir amunisi kepada tersangka TY.

"Sedangkan tersangka JD, merupakan jemaah halaqah binaan tersangka TY angkatan ke empat tahun 2018-2020. Memiliki 520 butir amunisi, menjual satu pucuk senjata api rakitan dan 430 amunisi kepada TY. Kemudian memiliki satu pucuk senjata api rakitan laras panjang dan satu pucuk senapan angin yang sudah dimodifikasi," jelasnya.

Atas hal tersebut ketiga tersangka dijerat undang-undang Pasal 17 juncto Pasal 7 dan Pasal 15 juncto Pasal 9 Undang-Undang Nomor 5 tahun 2018 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme.

"Adapun pasal yg disangkakan terhadap ketiga tersangka TY, AB, dan JD yaitu Pasal 17 juncto pasal 7 dan pasal 15 juncto Pasal 9 uu nomor 5 tahun 2018 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme," pungkasnya.

(azh/azh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT