2 Perusahaan Tersangka Gagal Ginjal Akut, Legislator: Perketat Pengawasan!

ADVERTISEMENT

2 Perusahaan Tersangka Gagal Ginjal Akut, Legislator: Perketat Pengawasan!

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 18 Nov 2022 07:17 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh
Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh,(Khadijah Nur Azizah/detikHealth)
Jakarta -

Bareskrim Polri telah menetapkan dua perusahaan yakni PT Afi Farma, dan PT Samudra Chemical jadi tersangka kasus gagal ginjal akut. Menurut Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh, penetapan tersangka tidaklah cukup untuk menyelesaikan masalah.

"Tidak serta merta menyelesaikan masalah. Yang jelas, harus dilihat kenapa bisa PT ini bisa punya kesempatan melakukan hal ini," kata Nihayatul, saat dihubungi, Kamis (17/11/2022).

Dia menyoroti soal pengawasan. Politikus PKB itu mempertanyakan soal SOP pengawasan.

"Jadi pengawasan post market harus dilakukan. SOP pengawasan harus dilihat kembali," katanya.

Namun, penetapan dua tersangka tersebut menjadi pintu masuk agar kasus semakin terang.

"Iya (jadi pintu masuk), makanya Komisi IX membuat Panja pengawasan sistem jaminan keamanan dan mutu obat," katanya.

2 Perusahaan Jadi Tersangka di Bareskrim

Bareskrim Polri menetapkan dua perusahaan sebagai tersangka kasus gagal ginjal akut. Dua perusahaan tersebut ialah PT Afi Farma dan CV Samudera Chemical.

"Ya betul," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dimintai konfirmasi, Kamis (17/11/2022).

Dua perusahaan ini diduga melakukan tindak pidana memproduksi obat atau mengedarkan persediaan farmasi yang tidak memenuhi standar dan atau persyaratan keamanan, khasiat, kemanfaatan dan mutu. Dedi mengatakan PT Afi Farma dengan sengaja tidak melakukan pengujian bahan tambahan PG yang ternyata mengandung EG dan DEG melebihi ambang batas.

"PT A hanya menyalin data yang diberikan oleh supplier tanpa dilakukan pengujian dan quality control untuk memastikan bahan tersebut dapat digunakan untuk produksi," ucap Dedi.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Lihat Video: Tangkisan BPOM Usai Disebut Kecolongan dalam Pengawasan Obat Sirup

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT