Klaim Suap Rp 100 Juta Rektor Unila ke Muktamar Ditepis Nahdlatul Ulama

ADVERTISEMENT

Klaim Suap Rp 100 Juta Rektor Unila ke Muktamar Ditepis Nahdlatul Ulama

Yulida Medistiara, Antara - detikNews
Kamis, 17 Nov 2022 20:37 WIB
Sidang lanjutan kasus suap Rektor Unila Karomani.
Sidang lanjutan kasus suap Rektor Unila Karomani. (Tommy Saputra/detikSumut)
Jakarta -

Salah satu saksi yang dihadirkan dalam sidang kasus suap Rektor Unila Karomani menceritakan soal salah satu aliran dana dari suap tersebut mengalir ke Muktamar NU ke-34 di Lampung. Namun kesaksian itu ditepis PBNU.

Dirangkum detikcom, Kamis (17/11/2022), Wakil Rektor II bidang Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Lampung Prof Asep Sukohar dihadirkan sebagai saksi dalam sidang terdakwa Andi Desfiandi.

Dalam sidang tersebut, Asep Sukohar mengungkap kesaksian soal aliran dana suap Rektor Unila nonaktif Karomani. Asep juga mengungkap uang Rp 100 juta dari orang tua mahasiswa itu salah satunya dipergunakan untuk keperluan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung.

Hal itu disampaikan Asep Sukohar saat menjadi saksi dalam persidangan kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa baru tahun 2022 yang menjerat Rektor Unila nonaktif dan kawan-kawan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu. Asep diketahui juga menjabat Ketua Perhimpunan Dokter NU Lampung.

"Jadi ada uang sebesar Rp 100 juta yang dipakai untuk kegiatan Muktamar NU ke-34," kata Asep Sukohar yang jugaKoordinator Tim kesehatan Muktamar NU ke-34, dilansir Antara, Kamis (17/11/2022).

Asep menyebutkan terdapat tiga orang tua calon mahasiswa yang meminta tolong kepadanya untuk minta disampaikan kepada Rektor agar anak-anaknya bisa masuk ke Unila.

"Saya sampaikan ke Rektor, kemudian Pak Rektor menanyakan ada sumbangan atau tidak, kebetulan mereka mau," kata dia.

Dia mengatakan sumbangan yang diberikan oleh para orang tua tersebut bervariasi, dari Rp 250 juta, Rp 100 juta, sampai Rp 300 juta.

"Ya, ada salah seorang yang memberikan Rp 350 juta, kemudian Rp 100 juta dipakai untuk kegiatan organisasi. Jadi yang diberikan ke Budi Sutomo waktu itu Rp 250 juta," kata dia.

Adapun uang tersebut diperuntukkan guna melaksanakan tes cepat (rapid test), konsumsi, serta lainnya saat Muktamar NU ke-34 dilaksanakan di Lampung.

Selain itu, Asep mengatakan pemakaian uang Rp 100 juta tersebut sudah melalui persetujuan Karomani.

"Ya, sudah," katanya saat menjawab pertanyaan dari salah satu penasihat hukum terdakwa Andi Desfiandi terkait apakah pemakaian uang Rp 100 juta tersebut sudah melalui persetujuan Karomani atau belum.

Baca halaman selanjutnya.

Simak Video 'KPK Periksa Ketua DPW NasDem Lampung Terkait Kasus Suap Rektor Unila':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT