Sebaran Titik Api di Sumatera, 80% Ada di Riau
Sabtu, 22 Jul 2006 19:01 WIB
Pekanbaru - Titik api di Pulau Sumatera menyebar di sejumlah provinsi. Diketahui 80 persen titik api berada di Provinsi Riau. Kondisi ini yang menyebabkan sejumlah kawasan diselimuti kabut asap.Berdasarkan pantauan satelit NOAA di Singapura, penyebaran titik api terbesar di Sumatera berada di Riau. Provinsi ini saban tahun terus menyandang gelar sebagai penyumbang asap terbesar di Sumatera. Data terakhir yang dipantau pada 21 Juli 2006, sedikitnya ada 64 titik api tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Riau."Data terakhir yang kita terima, dari sebaran titik api itu, 80 persen berada di wilayah Riau. Bila kondisi ini tidak diantisipasi sedini mungkin, maka hal itu berpotensi akan lebih meluas lagi," kata Kepala Kelompok BMG Stasiun Pekanbaru, Yohanes Drajat Bintoro, Sabtu (22/7/2006) di ruang kerjanya di Bandara Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru.Menurutnya, kini curah hujan sangat minim atau di bawah 130 milimeter yang bakal memperparah keadaan. Dengan arah angin berasal dari barat daya menuju kota Dumai, hal itu juga berpotensi kabut asap bisa menyelimuti kawasan Selat Malaka."Tingginya Indeks Potensi Penyulutan Api (IPPA) serta minimnya curah hujan merupakan indikator utama bakal memicu peningkatan titik api di Riau. Kita perkirakan musim kemarau ini akan terus berlanjut hingga September 2006 mendatang," kata Yohanes.Sedangkan Deputi Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau, M Teguh kepada detikcom mengatakan, kabut asap di Riau saban tahun menjadi bencana rutin yang tidak pernah terselesaikan dengan baik.Kebakaran hutan sepanjang tahun yang terjadi sejak tahun 1997 silam, membuktikan lemahnya penegakan hukum dan minimnya perhatian pemerintah. Apalagi dari pantuan setelit, lokasi yang terbakar sebagian besar milik perusahaan bidang perkayuan dan perkebunan."Sejak tahun 1997 silam, lokasi kebakaran itu selalu saja di areal perusahaan yang sama. Dulu pemerintah mencatat 10 perusahaan yang akan segara diajukan ke pengadilan atas kasus pembakaran lahan. Tapi buktinya, sampai sekarang kasus itu hilang begitu saja," kata Teguh.
(sss/)











































