Istiqal Jadi Lautan Sampah

Istiqal Jadi Lautan Sampah

- detikNews
Sabtu, 22 Jul 2006 14:54 WIB
Jakarta - "Istiqlal hancur deh!" gerutu seorang petugas kebersihan melihat karpet Masjid Istiqal, Jakarta. Tempat itu baru saja digunakan sebagai lokasi Tabligh Akbar dan pembukaan Muktamar VI Badan Koordinasi Majelis Taklim (BKMT).Pagi menjelang siang tadi, Sabtu (22/7/2006), kondisi ruang salat masjid kebanggaan umat muslim Indonesia bak kapal pecah. Bahkan tidak layak digunakan sebagai tempat salat."Di sini sampah. Di situ sampah. Di tengah-tengah juga sampah. Jorok!" keluh Mahfudz sang petugas kebersihan.Bila seharusnya ruang salat selalu dalam keadaan bersih dan rapi, ini sebaliknya. Bekas pembungkus makanan dan minuman dalam berbagai jenis terserak di Istiqlal. Mulai daun pisang, kertas koran, plastik aneka warna hingga styrofoam."Nih ibu-ibu (peserta acara) yang bikin begini. Padahal udah dibilang jangan bawa masuk makanan. Lain kali jangan bikin acara di sini, di Senayan aja sono," omelnya sambil memungut sepotong tempe mendoan yang terserak di kakinya.Wajar saja Mahfudz dan timnya stres. Sebab kurang satu jam ke depan akan masuk waktu salat lohor sekitar pukul 12.00 WIB. Jelas bagi mereka menyingkirkan sampah-sampah dan membersihkan karpet dalam ruang seluas 100 meter persegi dalam waktu sesempit itu adalah mission impossible.Alternatifnya, semua karpet harus digulung, lalu secepatnya lantainya dipel. Seusai salat dan makan siang, pekerjaan besar menanti. Karpet-karpet tidak cukup sekadar disedot dengan vacuum cleaner, tapi harus disikat dan dicuci. Fiuhhh! (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads