Ini Isi Lengkap Deklarasi KTT G20 Bali, Ada Poin Alot soal Ukraina

ADVERTISEMENT

Ini Isi Lengkap Deklarasi KTT G20 Bali, Ada Poin Alot soal Ukraina

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 17 Nov 2022 12:09 WIB
Jokowi Pimpin KTT G20
KTT G20 Bali (Laily Rachev/Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Konferensi Tingkat Tinggi Group Of Twenty (KTT G20) Bali sudah selesai. Para pemimpin dunia telah berkumpul menyepakati deklarasi G20 Bali. Deklarasi ini memuat poin yang dihasilkan lewat diskusi alot, yakni soal perang Rusia versus Ukraina.

"Diskusi mengenai hal ini berlangsung sangat alot sekali dan akhirnya para pemimpin G20 menyepakati isi deklarasi, yaitu condemnation (kecaman) perang di Ukraina karena telah melanggar batas wilayah, melanggar integritas wilayah," kata Jokowi dalam konferensi pers, Rabu (16/11/2022) kemarin.

Deklarasi KTT G20 Bali terdiri atas 52 paragraf. Paragraf yang dihasilkan lewat diskusi pelik adalah poin nomor 3 soal kondisi geopolitik Ukraina versus Rusia. Istilah yang digunakan tergolong lugas, yakni 'agresi Rusia' dan memuat seruan agar Rusia menarik pasukannya dari Ukraina.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengumumkan isi Deklarasi ini di situs resminya dalam bahasa Inggris. Ada lima poin yang disampaikan langsung di laman situs, dan versi lengkap yang memuat 52 paragraf dan keterangan lain dengan total 1186 halaman ada dalam tautan dokumen PDF.

Berikut ini isi lima poin Deklarasi KTT G20 Bali dalam terjemahan bahasa Indonesia:

Deklarasi Para Pemimpin G20 Bali
Bali, Indonesia, 15-16 November 2022

1. Empat belas tahun yang lalu, para pemimpin G20 bertemu untuk pertama kalinya, menghadapi krisis keuangan yang paling parah selama generasi kita. Sebagai pihak ekonomi global yang besar, kami mengakui bahwa secara kolektif kami memikul tanggung jawab dan bahwa kerja sama kami diperlukan untuk pemulihan ekonomi global, untuk mengatasi tantangan global, dan meletakkan dasar yang kuat, berkelanjutan, seimbang,
dan pertumbuhan inklusif. Kami menetapkan G20 sebagai forum utama untuk kerja sama ekonomi global, dan hari ini kami menegaskan kembali komitmen kami untuk bekerja sama saat sekali lagi kami membahas tantangan ekonomi global yang serius.

2. Kami bertemu di Bali pada 15-16 November 2022, pada saat krisis multidimensi yang tak tertandingi berlangsung. Kita telah mengalami kehancuran akibat pandemi COVID-19, dan tantangan lainnya termasuk perubahan iklim, yang telah menyebabkan kelesuan ekonomi, meningkatnya kemiskinan, memperlambat pemulihan global, dan menghambat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

3. Tahun ini, kita juga menyaksikan perang di Ukraina yang berdampak lebih buruk terhadap ekonomi global. Ada diskusi tentang masalah ini. Kami menegaskan kembali posisi nasional kami sebagaimana diungkapkan dalam forum lain, termasuk Dewan Keamanan PBB dan Majelis Umum PBB, yang dalam Resolusi No. ES-11/1 tanggal 2 Maret 2022, sebagaimana diadopsi oleh suara mayoritas (141 suara setuju, 5 menentang , 35 abstain, 12 absen) sangat menyesalkan agresi Federasi Rusia terhadap Ukraina dan menuntut penarikan penuh dan tanpa syarat dari wilayah Ukraina. Sebagian besar anggota mengecam keras perang di Ukraina dan menekankan hal itu menyebabkan penderitaan manusia yang luar biasa dan memperburuk kerentanan yang ada dalam ekonomi global - menghambat pertumbuhan, meningkatkan inflasi, mengganggu rantai pasokan, meningkatkan kerawanan energi dan pangan, dan meningkatkan risiko stabilitas keuangan. Ada pandangan lain dan penilaian berbeda terhadap situasi dan sanksi. Menyadari bahwa G20 bukanlah forum untuk menyelesaikan masalah keamanan, kami mengakui bahwa masalah keamanan dapat memiliki konsekuensi yang signifikan bagi ekonomi global.

4. Sangat penting untuk menegakkan hukum internasional dan sistem multilateral yang menjaga perdamaian dan stabilitas. Ini termasuk membela semua Tujuan dan Prinsip yang diabadikan dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mematuhi hukum humaniter internasional, termasuk perlindungan warga sipil dan infrastruktur dalam konflik bersenjata. Penggunaan atau ancaman penggunaan senjata nuklir tidak dapat diterima. Penyelesaian konflik secara damai, upaya mengatasi krisis, serta diplomasi dan dialog, sangat penting. Zaman sekarang tidak boleh perang.

5. Pada momen kritis ekonomi global saat ini, penting bagi G20 untuk melakukan tindakan nyata, tepat, cepat, dan perlu, menggunakan semua alat kebijakan yang tersedia, untuk mengatasi tantangan bersama, termasuk melalui kerja sama kebijakan makro internasional dan kolaborasi nyata. Dalam melakukannya, kami tetap berkomitmen untuk mendukung negara-negara berkembang, khususnya negara-negara berkembang dan pulau-pulau kecil yang kurang berkembang, dalam menanggapi tantangan-tantangan global ini dan mencapai SDGs. Sejalan dengan tema Kepresidenan G20 Indonesia- Pulih Bersama, Bangkit Lebih Kuat - kami akan mengambil tindakan terkoordinasi untuk memajukan agenda pemulihan global yang kuat, inklusif, dan tangguh serta pembangunan berkelanjutan yang menghasilkan lapangan kerja dan pertumbuhan.

Silakan klik tautan Kemlu RI ini untuk mengakses versi lengkap deklarasi KTT G20 Bali.

Simak Video: KTT G20 Bali Selesai: Serukan Penghentian Perang-Hasilkan 52 Paragraf

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT