Dikunjungi Siswa SD, Waket MPR Bagi 5 Kunci Capai Sukses

ADVERTISEMENT

Dikunjungi Siswa SD, Waket MPR Bagi 5 Kunci Capai Sukses

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Kamis, 17 Nov 2022 09:51 WIB
Sekolah Dasar Islam (SDI) Al Azhar X, Kota Serang, Banten Kunjungi MPR
Foto: MPR
Jakarta -

Ratusan siswa Sekolah Dasar Islam (SDI) Al Azhar X, Kota Serang, Banten, mengunjungi Gedung Nusantara V, Komplek Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Wakil Ketua MPR Yandri Susanto dan Kepala Bagian Pemberitaan dan Hubungan Antarlembaga Setjen MPR Budi Muliawan.

Yandri mengucapkan selamat datang kepada para siswa dan guru.

"Biasanya belajar di Serang sekarang belajar di tempat ini dalam keadaan sehat," ujar politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu dalam keterangannya, Kamis (17/11/2022).

Yandri juga mengapresiasi SDI Al Azhar yang menjadi sekolah unggulan di provinsi paling barat di Pulau Jawa itu. "Guru-gurunya top," tuturnya.

Menurut Yandri, sekolah ini didukung oleh berbagai fasilitas yang memadai. Salah satunya penyediaan listrik untuk sekolah yang memadai. "Dulu saya sekolah di kampung. Belum ada listrik," tambahnya.

Untuk itu dia mendorong SDI Al Azhar bisa mencetak prestasi yang lebih baik. "Kalian harus lebih baik dari saya," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, politisi dari Dapil II Banten itu juga memberikan 5 kiat untuk mencapai kesuksesan kepada para siswa. Yakni taat pada Allah dan Rasul, hormat pada orang tua, jangan melawan guru, tak boleh minder, serta selalu berdoa dan berusaha.

"Kalau kalian minder, takut, maka akan susah maju. Untuk itu ikutlah organisasi, seperti Pramuka dan OSIS," paparnya.

Yandri pun meminta para siswa agar bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu. Khususnya bagi siswa kelas VI yang sebentar lagi akan masuk jenjang SMP.

Dia pun mendorong siswa agar rajin belajar dan jangan malas. Mengingat mereka lah yang akan menjadi pemimpin Indonesia di masa depan.

"Presiden, anggota DPR, menteri, gubernur, bupati, dan yang lainnya akan berganti, siapa tahu kalian yang akan mengganti. Jadi miliki cita-cita yang tinggi," tuturnya.

Alumni Universitas Bengkulu itu juga menjelaskan saat ini para siswa berada di gedung wakil rakyat yang ditempati oleh 3 lembaga, yaitu MPR, DPR, dan DPD.

Disebut wakil rakyat, kata dia, sebab mereka yang berada di tempat ini dipilih secara langsung lewat pemilu.

"Anggota MPR merupakan gabungan antara anggota DPR dan anggota DPD," tuturnya.

Yandri merinci saat ini jumlah anggota DPR ada 575 orang. Mereka berasal dari seluruh Indonesia lewat berbagai dapil.

"Saya berasal dari Dapil II Banten yang meliputi wilayah Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon," ujarnya.

"Jadi saya dipilih oleh masyarakat Serang dan Cilegon. Untuk menjadi anggota DPR maka harus masuk partai politik," imbuhnya.

Sebagai Wakil Ketua MPR, Yandri memaparkan perbandingan tugas dan wewenang MPR sebelum dan setelah amandemen. Dikatakannya, sebelum amandemen UUD, MPR merupakan lembaga tertinggi, dengan wewenang untuk memilih presiden dan wakil presiden serta menetapkan GBHN.

Namun setelah amandemen, MPR bukan lagi lembaga tertinggi, dan tidak mempunyai wewenang seperti itu.

Meski demikian, lanjut Yandri, MPR masih mempunyai wewenang tertinggi yakni menetapkan dan mengubah UUD.

"Bila dulu MPR menetapkan GBHN, sekarang MPR tengah merancang Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN). Sebelum akhir masa jabatan akan kita sahkan PPHN," katanya.

Sementara itu, pendamping SDI Al Azhar TB Maman Suherman mengatakan tujuan kedatangan para siswa ke MPR untuk melakukan pembelajaran di luar sekolah, khususnya terkait materi demokrasi.

"Setelah berada di komplek parlemen, siswa-siswa menjadi paham dan tahu tentang lembaga-lembaga perwakilan rakyat. Terima kasih kami diterima dengan baik," ujarnya.

(fhs/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT