Jadikan UU PA Model Pemberantasan Korupsi

Jadikan UU PA Model Pemberantasan Korupsi

- detikNews
Sabtu, 22 Jul 2006 02:44 WIB
Jakarta - UU Pemerintahan Aceh sudah disahkan. Diharapkan pengesahan undang-undang ini berdampak positif bagi pemberantasan korupsi. Karena UU yang mengatur masyarakat serambi mekah tersebut berazas bebas KKN.Hal itu mengemuka di dalam Lokakarya 'Menjadikan Aceh sebagai Model Pemberantasan Korupsi (Pasca UU Pemerintahan Aceh)' yang digelar Partnership-UNDP di Surya Building Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (21/07/2006).Namun begitu Rizal Malik, Direktur Eksekutif Transparansi Indonesia, mencatat beberapa problema pemberantasan korupsi saat ini, yang pertama adalah masalah koordinasi antar lembaga/instansi terkait yang berdampak antara lain larinya koruptor ke luar negeri. Yang kedua adalah masalah manajemen. Tapi yang harus digarisbawahi menurutnya justru adalah aspek struktural dan kulturalnya. "Saat ini ada kekosongan aturan dimana aturan lama sudah tidak berlaku lagi tapi aturan baru pun belum berjalan dengan semestinya, ini memungkinkan adanyadaerah abu-abu luas yang menjadi celah korupsi. Kemudian adanya persaingan antar lembaga-lembaga hukum untuk mendapatkan reward dari atasan merupakan kultur birokrasi yang juga masih menjadi masalah," tambahnya.Menurutnya dalam melakukan tindakan pencegahan dan penindakan kasus korupsi saat ini tidak bisa mengandalkan pemimpin dan birokrat saja, tapi masyarakat juga memegang peranan penting terutama dalam memberi sanksi sosial. "Yang penting adalah membuat harga korupsi itu menjadi mahal. Misalnya kalau ada orang yang menyumbang uang hasil korupsi ke masjid, ya ditolak saja. Lama-lama orang kan jadi enggan korupsi," katanya. Selain itu ia juga menganggap dengan adanya pers yang lebih bebas, informatif dan ekspresif akan turut membuat pejabat publik lebih berhati-hati dalam bertindak. Namun, panelis lainnya, Sobari dari Partnership bersikap sedikit skeptis mengenai peranan media dalam pemberantasan korupsi. Menurutnya ada kecenderunganmedia menjadi emporium bisnis belaka, sehingga jangan terlalu berharap lebih kepada media."Saya agak skeptis, tapi memang ada solusinya yaitu dibutuhkan koordinasi yang erat dengan media. Sebenarnya media itu memang sangat berguna, cuma kita memang harus cerdik-cerdik juga kalau berhubungan dengan media," ucap pria yang akrab disapa Kang Sobari ini. (ahm/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads