KPK Akui Sulit Berantas Korupsi di Parpol

KPK Akui Sulit Berantas Korupsi di Parpol

- detikNews
Sabtu, 22 Jul 2006 01:06 WIB
Jakarta - KPK mengakui sangat sulit membongkar kasus-kasus korupsi yang berhubungan dengan partai politik (Parpol). Padahal, berdasarkan survey Transparancy International (TI) parpol menjadi salah satu sarang koruptor."Itu problem. Ketika kita membongkar eksekutif, resistensinya tidak terlalu tinggi. Tapi ketika masuk parpol resistensinya tinggi," kata penasihat KPK Abdullah Hehamahua di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (21/7/2006).Abdullah memaparkan, setidaknya ada 3 kasus korupsi yang menyerempet ke parpol yang ditangani KPK. Kasus Abdullah Puteh (Golkar), Theo Toemion (PDIP), dan Gubernur Kalimantan Timur Suwarna AF (PDIP)."Buktinya kita di praperadilankan Gubernur Kaltim kan," cetusnya.Mengenai kasus korupsi pembelian Heli MI-2 Abdullah Puteh, Hehamahua mengakui, posisi Puteh di partainya tidak terlalu kuat. Dan akhirnya Puteh dapat dengan mudah dicomot KPK."Mungkin Golkar berpikiran dia tidak penting untuk (Pemilu) 2009. Mungkin yah mereka berpikiran begitu," ujarnya.Seperti diketahui selain 3 kasus korupsi tersebut, KPK juga sedang menangani suatu kasus korupsi di KPU yang menyerempet partai tertentu. Dan hingga kini kasus itu masih menggantung, meskipun Komisi III DPR selalu mendesak KPK untuk menyelesaikan kasus tersebut. (ahm/)


Berita Terkait