Dahnil Anzar: Muhammadiyah Harus Lakukan Pembaharuan

ADVERTISEMENT

Dahnil Anzar: Muhammadiyah Harus Lakukan Pembaharuan

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 17 Nov 2022 01:47 WIB
Dahnil Anzar Simanjuntak
Dahnil Anzar Simanjuntak (Foto: Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta -

Muhammadiyah akan menggelar muktamar di Solo pada 18-20 November mendatang. Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak berharap muktamar tidak sekadar membahas struktur pimpinan semata.

"Selamat melaksanakan Muktamar Muhammadiyah di Solo. Semoga muktamar Solo menggembirakan, memajukan dan mencerahkan. Semoga semua muktamirin tidak terjebak sekedar membahas struktur, komposisi Pimpinan Muhammadiyah mendatang, sebagai gerakan, Muhammadiyah sudah sangat matang, dan tidak pernah tergantung dengan figur, namun bersandar pada sistem dan jamaah yang otonom," kata Dahnil dalam keterangannya, Rabu (16/11/2022).

Secara pribadi, Dahnil tidak mementingkan diskursus usia tua ataupun muda dalam struktur pimpinan Muhammadiyah. Menurutnya, pemikiran dan gerakan organisasi ke depan yang menjadi penting.

"Saya sama sekali tidak tertarik dengan diskursus umur biologis pimpinan Muhammadiyah, terkait harus diisi tua atau muda. Bagi saya diskursus tersebut justru terbelakang. Saya hanya tertarik dengan diskursus pemikiran dan gerakan Muhammadiyah yang mampu menjadi solusi bagi kehidupan modern," ucapnya.

Dia meyakini semua tokoh yang dicalonkan adalah kader terbaik Muhammadiyah. Dahnil berharap para peserta muktamar fokus untuk memastikan gerakan pembaharuan ke depan.

"Saya berkeyakinan semua yang dicalonkan dan bersedia untuk dicalonkan adalah kader Muhammadiyah terbaik, dan pantas memimpin. Maka, Muktamirin harus fokus memastikan sebagai Gerakan, Muhammadiyah tidak kehilangan ruh tajdid-nya (pembaharuan). Ruh berkemajuannya. Di tengah dinamika dakwah yang terus berubah," ucapnya.

Dahnil menilai Muhammadiyah harus memiliki rumusan yang memajukan terkait dinamika kehidupan kekinian. Untuk itulah diperlukan pembaharuan Muhammadiyah jilid II.

"Umat butuh panduan figh politik misalnya, butuh panduan fight ekonomi kontemporer dan lain-lain. Bila Mbah Dahlan dulu memulai gerakan modern dengan berbagai pembaharuan, saat ini apa produk pembaharuan Muhammadiyah? Ini yang harus dilakukan Muhammadiyah ke depan. Muhammadiyah harus masuk pada fase pembaharuan abad ke 2 setelah 1 abad Muhammadiyah mengabdi bagi Indonesia dan dunia," tuturnya.

(eva/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT