Akibat Tsunami, Pasokan Ikan Turun Drastis
Jumat, 21 Jul 2006 19:47 WIB
Kebumen - Akibat bencama tsunami yang melanda pesisir selatan Laut Jawa, pasokan ikan dari nelayan di sepanjang wilayah Kebumen, Purworejo dan Kulonprogo menurundrastis. Nelayan belum berani melaut, meski ombak laut selatan sudah terlihat normal. Banyak kapal, jaring dan mesin kapal milik para nelayan yang rusak sehingga belum bisa mencari ikan di laut. Sebagian besar kapal dan jaring yang rusakmasih diperbaiki.Handoko (50) salah seorang supplier ikan hasil tangkapan nelayan kepada detikcom di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasir di Kecamatan Ayah Kebumen, Jumat (21/7/2006) menuturkan, dua hari setelah tsunami pasokan ikan dari nelayan yang ada di Kebumen, Purworejo dan Kulonprogo menurun drastis hingga 65 persen. Dalam satu hari biasanya menerima setoran ikan dari nelayan mencapai 20 ton. Namun saat ini hanya berkisar 8-9 ton. Beberapa TPI seperti Pasir, Argopeni, Logending, Argopeni, Karangduwur, Klirong Kebumen, nelayannya belum ada yang melaut. Sedang beberapa nelayan di Jatimalang serta Keburuhan Purworejo serta Congot, Trisik dan Glagah Kulonprogo meski sudah ada yang melaut, namun jumlahnya belum banyak. Meski ada yang sudah mencari ikan tapi belum ada yang jauh hingga ke tengah. "Saat ini pasokan ikan juga turun banyak," katanya.Menurut dia, pada bulan Juli hingga Agustus nanti sebenarnya masuk musim ikan tuna, tengiri dan cakalang. Musim yang sangat ditunggu-tunggu nelayan karenakeuntungan bakal melimpah terutama bila mendapatkan ikan tuna jenis besar yang bisa dibeli para juragan ikan dari Cilacap untuk diekspor. Demikian pula kegiatan pengepulan ikan hasil tangkapan nelayan di perbatasan Kabupaten Purworejo dengan Kulonprogo tidak seramai waktu sebelum tsunami. Untuksaat ini kegiatan pengiriman ikan ke berbagai tempat berlangsung lebih singkat. "Kalau dulu sebelum tsunami sejak sebelum subuh hingga pukul 09.00 WIB. Sekarangsebelum pukul 07.00 WIB sudah selesai, karena belum normal," jelasnya. Akibat turunnya pasokan ikan katanya sejumlah pasar di Yogyakarta, Solo dan sekitarnya saat ini juga menurun tajam. Untuk menutupi kekurangan itu, dirinya terpaksa meminta kiriman dari nelayan pantura. "Ini terpaksa kami lakukan, bila tidak pedagang langganan kami bisa lari ke yang lain," paparnya.Handoko mengaku, kedatangannya ke TPI-TPI di Kebumen untuk memastikan kondisi nelayan yang biasa menyetorkan ikan kepadanya. Menurut pengakuan nelayankepadanya, memang banyak jaring dan kapal yang rusak namun dalam waktu dekat akan pulih kembali. "Kalau kapal yang pecah atau hilang memang tidak banyak. Sedang yang bocor dan jaring sudah pada diperbaiki. Mungkin minggu depan kalau sudah tidak ada ombak besar mereka akan melaut lagi," ungkapnya.Menurut dia, bila jaring yang rusak atau lambun kapal bocor atau retak dalam waktu 2-3 hari sudah selesai diperbaiki. Sedang bila mesin kapal atau rumah mesin yang rusak harus menunggu montir dari Cilacap atau membeli spare part di Cilacap atau dari kota lain."Ini yang agak repot karena di Cilacap juga banyak yang rusak," katanya.
(ahm/)











































