Ketua Komisi I DPR RI Apresiasi Pertemuan PGII di KTT G20

ADVERTISEMENT

Ketua Komisi I DPR RI Apresiasi Pertemuan PGII di KTT G20

Dea Duta Aulia - detikNews
Rabu, 16 Nov 2022 19:43 WIB
Airlangga dan PM Inggris
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan PM Inggris Rishi Sunak (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid mengapresiasi pertemuan Partnership for Global Infrastructure and Investment (PGII) di sela-sela KTT G20 di Bali, Selasa (15/11). Sebab pertemuan tersebut dapat menjembatani kepentingan antara negara maju dengan negara berkembang serta miskin.

Dalam pertemuan tersebut turu hadir sejumlah pemimpin seperti Presiden Indonesia Joko Widodo yang didampingi Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto bersama Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Komisi Eropa Ursula Von der Leyen.

"PGII menjadi momentum yang tepat untuk menunjukkan komitmen guna mempercepat investasi dalam infrastruktur yang berkualitas di negara-negara miskin dan menengah di seluruh dunia serta memperkuat perekonomian global. Pertemuan ini bentuk kerja nyata diplomasi tim perekonomian RI di bawah komando Menko Perekonomian RI, Bapak Airlangga Hartarto," kata Meutya Hafid dalam keterangan tertulis, Rabu (16/11/2022).

Ia sepakat dengan pernyataan Jokowi menegaskan tentang 3 hal penting untuk PGII ke depan yakni pentingnya country driven, paradigma kolaborasi dengan berbagai stakeholders, dan dukungan pencapaian SDGs.

Meutya pun mendukung inisiatif PGII karena bermanfaat bagi kepentingan nasional Indonesia. Adapun dana yang tercakup dalam PGII nantinya bakal berfokus pada pembiayaan sejumlah proyek seperti perubahan iklim, perluasan akses teknologi informasi, pembangunan sarana kesehatan, hingga kesetaraan gender.

"Proyek-proyek di atas adalah sektor strategis yang menjadi andalan Indonesia dalam Presidensi G20," jelasnya.

Ia berharap pemerintah dapat memanfaatkan proyek PGII untuk mengembangkan, memperluas, dan menerapkan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan memfasilitasi masyarakat digital yang terbuka.

Perluasan akses TIK akan berdampak pada pemberdayaan perempuan. Lebih lanjut ia mengatakan transformasi digital akan memberikan peluang bagi peningkatan kualitas hidup perempuan. Namun, kita masih menghadapi banyak tantangan termasuk kesenjangan digital khususnya kesenjangan gender atas akses terhadap literasi internet dan keterampilan di dunia maya.

"Dengan memanfaatkan TIK, besar peluang bagi perempuan untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga," jelasnya.

Sebagai informasi tambahan, PGII merupakan upaya kolaboratif oleh anggota G7 (Amerika Serikat, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada dan Prancis) yang diluncurkan pertama kali pada Juni 2021 pada KTT G7 ke-47 di Inggris.

Simak Video 'Jokowi: G20 Forum Ekonomi, Jangan Ditarik ke Politik!':

[Gambas:Video 20detik]



(ncm/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT