SBY Minta Pemda Pasang 'Alarm' Tsunami di Pantai
Jumat, 21 Jul 2006 18:09 WIB
Cilacap - Presiden Ssusilo Bambang Yudhoyono tidak henti-hentinya 'memberi kuliah' soal gempa dan tsunami. Setelah di Anyer, Banten dan Pangansaran, Ciamis, hal yang sama juga dilakukan SBY saat berkunjung ke Cilacap.Tentu tidak hanya soal pengetahuan gempa saja yang disampaikan SBY. Berbagai langkah yang harus dilakukan saat gempa juga disinggung. Termasuk soal langkah-langkah pemerintah dalam menangani kemungkinan bencana gempa dan tsunami mendatang.Deteksi awal adalah salah satu langkah yang akan ditempuh pemerintah. SBY pun meminta kepada semua pemerintah daerah untuk memasang tanda peringatan tsunami dan langkah-langkah penanggulangan di seluruh pantai selatan Jawa."Saat ada tsunami di Aceh, warga Simeuleu melihat tanda tsunami langsung berteriak dengan bahasa lokal tsunami..tsunami.... Begitu juga halnya di Pulau Buru, warga setempat juga mempunyai kode tersendiri bila terjadi tsunami. Karena negara kira rawan gempa dan tsunami, saya meminta pemerintah daerah untuk memasang tanda semacam papan mengenai ciri-ciri bila akan ada tsunami," kata SBY di depan 2.000 warga Cilacap di Posko Satkorlak PBP Pemprov Jateng di kantor Diknas Binangun, Cilacap, Jumat (21/7/2006).Ditambahkan SBY, tanda-tanda alam sebelum tsunami sudah banyak diketahui oleh warga. "Tolong dipasang juga bagaimana langkah menghadapi hal itu. Misalnya lari ke tempat yang lebih tinggi, tinggalkan areal pantai, dan kalau biasa buatlah arah ke mana warga harus menyelamatkan diri," katanya.Dalam kesempatan tersebut Presiden juga meminta agar proses evakuasi korban dan merawat korban luka dilakukan dengan baik. SBY juga meminta ke para pengungsi untuk segera kembali dan membersihkan puing bekas tsunami. "Pemda juga harus segera menghitung berapa kerugian akibat tsunami agar pemerintah pusat segera mencarikan dana bantuan," tandasnya .
(jon/)











































