33 Anak Aceh Bikin Film Diary

33 Anak Aceh Bikin Film Diary

- detikNews
Jumat, 21 Jul 2006 18:07 WIB
Banda Aceh - Sebanyak 33 anak Aceh yang tersebar di Aceh Jaya, Aceh Besar dan Meulaboh berhasil membuat 14 video diary berisi kehidupan sehari-hari dan cita-cita mereka. Video diary yang dihasilkan adalah hasil karya anak-anak sendiri. Sore ini, tiga film terbaik akan diputar di Metro TV dengan judul Nyanyian Negeri Sejuta Matahari untuk memperingati Hari Anak Nasional. Dalam rilis yang didapat redaksi detikcom, Jumat (21/7/2006), anak-anak tersebut mendapatkan bimbingan khusus dari sekelompok pembuat film muda Indonesia di bawah asuhan sutradara Riri Riza. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara UNICEF Indonesia dan Miles Films, salah satu rumah produksi Indonesia, dalam rangka mempromosikan program partisipasi anak UNICEF di Indonesia. Selama satu bulan penuh di bulan Juni, tim pembimbing pembuatan video diary berkeliling ke 8 children centre UNICEF. Mereka mengajarkan anak-anak cara menulis cerita, mengambil gambar dengan kamera, menyusun gambar dan suara untuk akhirnya diolah menjadi sebuah film pendek. "Ini merupakan pengalaman yang sangat mengagumkan bagi saya sebagai pembuat film dapat membuat anak-anak mengambil bagian dalam sebuah proyek seperti ini," kata Riri Riza. Kebanyakan film berkisah tentang kehidupan anak-anak di barak pengungsian sementara, merekam kebiasaan sehari-hari mulai dari pagi hingga malam menjelang. Beberapa anak membuat film tentang kegiatan mereka membantu orang tua membangun kembali rumah mereka yang hancur karena tsunami. Ada juga anak-anak yang membuat film tentang pahlawan-pahlawan Aceh, dan anak-anak yang memilih cerita "si kerudung merah" versi Aceh. Bersamaan dengan dilaksanakannya pembuatan video diary, UNICEF juga mendukung pemutaran film di 24 lokasi di seputar Aceh. Judul film yang diputar adalah Untuk Rena produksi Miles Films. Film ini mengisahkan seorang anak perempuan yang ceria dan kelompok bermainnya. Ayah yang meninggalkannya di panti asuhan karena merasa tidak mampu memeliharanya akhirnya kembali mencarinya. Film ini mendukung Konvensi Hak Anak yang menjadi acuan kerja UNICEF. Di sini dinyatakan dengan jelas bahwa setiap anak mempunyai hak untuk mengenal dan dipelihara oleh keluarganya. Sementara tidak ada jumlah resmi mengenai anak yang menjadi yatim piatu karena tsunami, jumlah anak yang kehilangan kedua orang tuanya diperkirakan sekitar 3.000 orang. (nrl/)


Berita Terkait