Pilkada Aceh Tidak Akan Picu Konflik Serius
Jumat, 21 Jul 2006 17:47 WIB
Jakarta - Aceh akan menggelar pilkada pada November 2006 menyusul dirumuskannya RUU Pemerintahan Aceh (PA). Meski banyak kasus pilkada yang berbuntut konflik, pilkada Aceh akan berjalan lebih aman."Kalau berdasarkan data dan kencenderungan umum yang terjadi selama ini, pilkada Aceh tidak terlalu merisaukan," ujar peneliti CSIS J Kristiadi dalam diskusi "Berharap Pikada Damai di NAD," di Hotel Mandarin Oriental, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (21/7/2006).Meski demikian, lanjut dia, bukan artinya pilkada Aceh bebas sepenuhnya dari potensi konflik. Kehadiran militer dan reintegrasi kelompok bersenjata ke dalam masyarakat bisa berkembang menjadi potensi konflik.Menurut dia, ada 3 syarat untuk mencegah potensi konflik dalam pilkada Aceh. Pertama, para elite politik harus memahami perjuangan di masa kini adalah melalui pilkada bukan dengan senjata. "Kekalahan dalam pilkada dipandang sebagai perjuangan yang tertunda dan kemenangan dipandang sebagai amanah," ujarnya.Kedua, pilkada Aceh harus didukung peraturan yang jelas dalam UU PA dan dijabarkan dalam qonun. Ketiga, dituntut independensi lembaga-lembaga penyelenggara pilkada terutama komite independen pemilu (KIP). "Saya menjamin pilkada Aceh tidak mengalami konflik serius jika 3 syarat ini dipenuhi," tandasnya.
(san/)











































