Sejarah Patung GWK Bali: Profil hingga Latar Belakang Berdirinya

ADVERTISEMENT

Sejarah Patung GWK Bali: Profil hingga Latar Belakang Berdirinya

Widhia Arum Wibawana - detikNews
Rabu, 16 Nov 2022 13:40 WIB
Sejarah Patung GWK Bali
Sejarah Patung GWK Bali | Foto: Rachman_Haryanto
Jakarta -

Tahukah kamu sejarah Patung GWK Bali? Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) adalah salah satu bangunan bersejarah Indonesia yang terletak di Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Patung yang menjadi ikon Bali ini memiliki sejarah yang menarik untuk disimak.

Untuk mengenal lebih lanjut tentang patung yang menjadi ikon Bali, mari simak serba-serbi tentang sejarah patung GWK berikut ini.

Profil Patung Garuda Wisnu Kencana

Sebelum membahas tentang sejarah patung GWK, mari mengintip profil patung megah ikon Bali ini. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Badung, patung GWK berdiri di atas bukit batu kapur setinggi 263 meter di atas permukaan laut yang berada di Kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana seluas sekitar 250 hektar. Patung megah maskot Bali ini diresmikan Presiden Jokowi pada 22 September 2018.

Ketinggian Patung GWK mencapai 121 meter dengan berat 4.000 ton yang terbuat dari bahan tembaga, baja, dan kuningan. Dengan ketinggian yang melebihi Patung Liberty (93 meter), membuat patung GWK dapat terlihat dari radius hingga 20 km sehingga dapat dilihat dari Kuta dan Nusa Dua.

Patung GWK adalah patung Dewa Wisnu yang menunggang Burung Garuda. Dibangun setinggi 75 meter, dengan pondasi 70 meter tinggi sayap burung Garuda yang membentang selebar 66 meter. Patung yang merepresentasikan Dewa Wisnu sedang menunggangi Burung Garuda ini dibuat oleh I Nyoman Nuarta dalam waktu hingga 28 tahun.

Sejarah Patung GWK BaliSejarah Patung GWK Bali | Foto: (Kurnia/detikTravel)

Latar Belakang Didirikannya Patung GWK

Sejarah patung GWK Bali dibuat oleh seorang maestro Bali bernama I Nyoman Nuarta. Seperti dilansir situs Kemdikbud, ide awal didirikannya patung GWK di Bukit (Kapur) Ungasan, Bali oleh Nyoman Nuarta sudah ada sejak tahun 80-an. Tetapi ide yang ditawarkannya tidak langsung diterima oleh masyarakat. Bahkan butuh waktu delapan tahun bagi Nyoman Nuarta hanya untuk memperkenalkan ide tersebut kepada masyarakat.

Kala itu, berbagai permasalahan muncul, bahkan sebelum proyek pembangunan patung GWK dimulai. Masalah paling utama adalah pandangan sebagian masyarakat yang menganggap proyek besar Nyoman Nuarta itu hanya akan menghambur-hamburkan uang tanpa tujuan.

Padahal, bagi Nyoman Nuarta, latar belakang didirikannya patung GWK adalah untuk mewujudkan sebuah kawasan sebagai tujuan wisata baru di Bali. Menurutnya tempat itu haruslah menunjukkan nilai budaya bangsa, sekaligus tempat untuk mementaskan aneka seni nusantara, bahkan dunia.

Sejarah Pembangunan Patung GWK di Bali

Menurut informasi dari Indonesia.go.id, ide pembangunan patung GWK oleh I Nyoman Nuarta telah muncul sejak tahun 1989. Setahun kemudian pada 1990, usulan Nyoman Nuarta pun disetujui oleh Presiden Soeharto. Pembangunan berjalan sampai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan tujuh tahun kemudian pada 8 Juni 1997.

Imbas krisis moneter 1997-1998, proyek pembangunan patung GWK sempat dihentikan sementara. Pembangunan dilanjutkan kembali pada 2013 hingga akhirnya diresmikan tahun 2018 oleh Presiden Jokowi. Hal ini berarti bahwa sejarah patung GWK oleh I Nyoman Nuarta butuh waktu 28 tahun hingga akhirnya terwujud.

Peresmian Patung Garuda Wisnu Kencana

Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) diresmikan pada tanggal 22 September 2018 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Jokowi patung GWK Bali adalah mahakarya anak bangsa. Hal ini karena patung Garuda Wisnu Kencana merupakan salah satu patung tembaga terbesar di dunia.

Bahkan The Straits Times menobatkan patung GWK Bali sebagai patung tembaga terbesar di dunia. Patung GWK (121 meter) menjadi yang tertinggi keempat setelah Patung Vallabhbhai Patel di India (182 meter) sebagai peringkat pertama, Sang Buddha di Tiongkok (153 meter) dan Mynmar (130 meter).

Pada tahun 2022, patung Garuda Wisnu Kencana menjadi destinasi rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15-16 November 2022. Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi menyambut kedatangan tamu-tamu delegasi G20 yang datang di Kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana.

Jokowi menyebut, patung GWK menggambarkan cinta, tanggung jawab, keberanian, dan pengabdian. "Dalam mitologi Bali, patung ini menggambarkan cinta, tanggung jawab, keberanian, dan pengabdian. Ini adalah tugas kita terhadap dunia dan kemanusiaan, sejalan dengan tujuan G20." dikutip dari postingan Instagram Jokowi (@jokowi), Rabu (16/11/2022).

Demikian informasi terkait sejarah patung GWK Bali karya I Nyoman Nuarta yang butuh waktu hingga 28 tahun untuk dapat terwujud dan dapat dipamerkan sebagai ikon Bali.

(wia/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT