Ironis, Kekerasan Pada Anak di Sekolah Justru Tinggi
Jumat, 21 Jul 2006 16:56 WIB
Jakarta - Kekerasan anak di Maluku Utara dan Timor Leste hingga akhir tahun 2005 sangat tinggi. Hampir setiap hari anak-anak di sana dihukum fisik.Demikian hasil survei yang dipaparkan Erick Van Diesel dari National Child Protection Adviser Save the Children United Kingdom, di Toko Buku Aksara, Jl Kemang Raya, Jakarta, Jumat (21/7/2006)."Dari 800 anak, 70 persen di antaranya mengalami kekerasan fisik itu. Bahkan sebagian anak-anak tersebut dihukum hampir setiap hari dengan luka yang cukup parah," kata Erick.Pemukulan merupakan bentuk kekerasan fisik yang paling sering terjadi. Ironisnya, kekerasan ini justru kerap terjadi di lingkungan sekolah. Hal senada disampaikan Ketua Yayasan Semai Jiwa Amini (Sejiwa), Diena Trigg. Fakta itu diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan Sejiwa di 40 sekolah pada bulan April 2006. Di sekolah-sekolah yang menjadi tempat penelitian Sejiwa, terbukti terjadi bullying (kekerasan) pada anak. Salah satu penyebab bullying adalah 'pendidikan disiplin' dari guru dan orang tua."Ada 199 macam jenis kasus bullying di sekolah. Di antaranya junior disundut rokok oleh senior, pemukulan pada masa ospek (sekarang MOS) dan pemalakan uang," tutur Diena.
(djo/)











































