Ada SMS Isu Gempa & Tsunami? Telepon Saja 654-6316

Ada SMS Isu Gempa & Tsunami? Telepon Saja 654-6316

- detikNews
Jumat, 21 Jul 2006 16:52 WIB
Jakarta - Isu gempa dan tsunami yang berseliweran membuat masyarakat resah. Agar tidak panik, masyarakat bisa langsung telepon ke hotline BMG (021) 424-6321 dan (021) 654-6316 untuk mendapatkan kebenarannya."Ya tanya sama BMG," kata Kabid Seismologi Teknik dan Tsunami BMG, Fauzi PhD, ketika ditanya seputar banyaknya isu gempa dan tsunami yang telah meresahkan masyarakat ini.Hal ini disampaikan dia usai diskusi Dialektika Demokrasi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (21/7/2006).Fauzi menegaskan, masyarakat tidak perlu mempercayai informasi atau SMS semacam itu karena hingga kini belum ada alat yang meramalkan adanya gempa. "Tetapi jika masyarakat penasaran, tanya BMG. Itu jelas berita bohong, tidak usah dipercaya. Masyarakat bisa menghubungi ke nomor hotline BMG ," terangnya.Fauzi juga membantah adanya berita tentang negara-negara yang memberikan informasi sebelum terjadi gempa 17 Juli."Tidak ada. Alat untuk meramalkan gempa, teknologinya belum memungkinkan. Kalau riset ada tetapi kan itu belum tahu kapan persisnya akan terjadi," ujar Fauzi.Kalau potensi gempa sendiri, apakah di Indonesia 30 tahun mendatang akan ada gempa terus menerus? "Memang terus ada. Bukan cuma sekarang, dari dulu, sampai nanti juga akan ada gempa karena posisi geografis kita. Kalau Jakarta tidak ada potensi gempa. Jakarta hanya menerima getaran. Potensi gempa tidak ada, maka potensi tsunami juga tidak ada," papar dia.Tips Jika Ada GempaDalam kesempatan itu, Fauzi pun membagi-bagi tips yang harus dilakukan jika digoncang gempa.Dijelaskan dia, masyarakat harus tetap waspada. Jika sewaktu-waktu terjadi gempa segera lindungi kepala, bisa masuk ke bawah meja atau bisa menutupi dengan bantal dan selimut. Jika memungkinkan segera ke luar rumah.Jika berada di pesisir, lari ke tempat yang tinggi tanpa menunggu peringatan atau tanda-tanda munculnya tsunami apalagi sudah menerima informasi, misalnya SMS."Yang penting dalam mengatasi masalah ini kewaspadaan dan kesadaran masyarakat," ujar Fauzi. (aan/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads