Berkat Ditelepon detikcom, Opik Selamat dari Tsunami

Berkat Ditelepon detikcom, Opik Selamat dari Tsunami

- detikNews
Jumat, 21 Jul 2006 16:02 WIB
Pangandaran - Beberapa menit setelah gempa 17 Juli 2006, detikcom menelepon Opik, seorang petugas hotel Aquarium, Pangandaran. Saat itu, dia mengaku tak merasakan gempa. Namun, sesaat kemudian, tsunami menerjang Hotel Aquarium. "Alhamdulillah saya selamat, terima kasih detikcom," kata Opik. Opik, saat ditemui detikcom, Jumat (21/7/2006) tampak sibuk membersihkan hotel yang terletak 50 meter dari bibir Pantai Pangandaran itu. Hotel Aquarium memang mengalami kerusakan, meski tidak terlalu parah. Dua pagar hotel nyaris ambruk dan dua pilar utama bangunan hotel di bagian depan retak. Dinding kaca juga pecah terseret ombak. Namun, hotel ini masih tampak berdiri kokoh. Hotel Aquarium yang beralamatkan di Jl. Pantai Barat nomor 87, Pangandaran, terdiri dari beberapa bangunan. Di bagian depan, terdapat bangunan berlantai 4. Di bagian dalam terdapat bangunan 1 lantai yang terdiri dari kamar-kamar. Ada 15 buah kamar. Di bagian lain, ada bangunan berlantai dua yang juga merupakan kamar-kamar. Di dalam hotel, juga terdapat kolam renang. Saat ditemui detikcom di Hotel Aquarium, pria berumur 29 tahun bertinggi 170 cm ini cukup terkejut. "Oh detikcom ya.... saat itu yang telepon saya. Terima kasih sekali, saya diberitahu ada gempa," kata Opik. Ayah bapak 1 anak ini kemudian menceritakan kisahnya. Sebelum ditelepon detikcom pada 17 Juli 2006 sekitar pukul 16.00 WIB, saat itu Opik sedang asyik menonton sepak bola di televisi. "Saat itu detikcom menelepon dan menanyakan tentang gempa. Ya saya jawab, di sini tidak ada apa-apa. Saat itu, memang saya tidak merasakan gempa," ujar dia. Setelah pembicaraan dengan detikcom selesai, Opik was-was juga dengan informasi gempa ini. Lantas, dia pun meninggalkan acara sepak bola di televisi dan mengalihkan pandangannya terus menerus ke arah pantai. "Tidak lama kemudian, sekitar 10 menit, saya melihat ombak laut yang sangat besar. Saat itulah, saya menduga ini tsunami. Saya langsung membangunkan teman saya yang tidur di kamar belakang, sambil teriak-teriak ada air.. ada air," kata Opik. Setelah memberitahu tiga temannya, Opik langsung naik ke lantai empat. Sebelum naik ke lantai 4, Opik juga memberitahu kepada para tamu hotel dan nelayan yang ada di bibir pantai untuk naik ke lantai 4 hotel, karena ada gelombang pasang yang besar. Tidak lama setelah mengungsi ke lantai 4, Opik melihat dengan mata telanjang terjangan tsunami itu. "Gelombangnya tinggi sekali. Ketinggian gelombang sampai 2,5 meter. Terjangan air laut masuk ke hotel. Setelah beberapa menit, air laut kembali surut," ujar dia. Nah, setelah air laut surut kembali, pemandangan di Hotel Aquarium menjadi tak beraturan. Ada tiga kapal yang nyelonong terseret ombak dan nongkrong di tengah halaman hotel. Kayu-kayu dan tumpukan sampah juga memenuhi hotel. Opik langsung terdiam saat itu. Dia bersyukur, dirinya dan tiga temannya, serta tamu-tamu hotel selamat dari amukan tsunami. "Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa selamat. Kalau saat itu tidak ditelepon detikcom, saya tentu tidak tahu nasib saya seperti apa," tutur pria berkacamata ini. Setelah air surut beberapa puluh menit, Opik dan tiga temannya baru memberanikan diri turun ke bawah. Opik sempat melihat ada suami-istri yang sedang berpegangan saat terdampar di kolam renang hotel. Yang agak menyedihkan, ada anak seorang tamu hotel yang tenggelam karena terlambat naik ke lantai 4. Gelombang tsunami saat itu memang dahsyat. "Meja kerja dan meja komputer saya terseret hingga ke bagian paling belakang," kata Opik. Padahal, sehari-hari Opik bekerja di dalam kantor yang terletak di bagian depan. Opik bekerja sebagai staf administrasi di hotel ini. Ruangan yang sering ditempati Opik juga hancur, dindingnya jebol. Dahsyatnya tsunami ini juga bisa dilihat dari porak-porandanya bangunan di sekitar Hotel Aquarium. Hampir semua bangunan, termasuk hotel di samping Hotel Aquarium rusak berat. Hanya ada beberapa bangunan yang masih tetap berdiri, karena bangunan berkonstruksi beton yang kuat. Setelah tsunami, Opik tidak mengetahui apa yang dilakukannya dengan Hotel Aquarium. "Bos saya telah datang dari Bandung. Dan sekarang saya disuruh bersih-bersih," ujar dia. Dia berharap, Hotel Aquarium bisa beroperasi kembali, karena dari hotel inilah, dirinya bisa menghidupi anak-istrinya.Berita Terkait: Gempa Tak Dirasakan di Pantai Pangandaran (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads