Soal Warning Tsunami
Wapres 'Bela' Menneg Ristek
Jumat, 21 Jul 2006 15:40 WIB
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla berada di pihak Menneg Ristek Kusmayanto Kadiman terkait tuduhan bahwa Kusmayanto mengabaikan peringatan tsunami dari BMG Jepang dan Pacific Warning Tsunami Center (PWTC). Berikut ini petikan wawancara wartawan dengan Kalla dalam jumpa pers di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (21/7/2006).Soal Menristek bagaimana?Saya kira salah informasi dari berita yang dilansir dari luar itu. Jelas di dunia ini belum ada teknologi yang dapat mendeteksi tsunami sebelum gempa. Karena gempanya belum diketahui, apalagi tsunaminya. Seperti kasus di Pangandaran, BMG hanya punya waktu selama 20 menit untuk menganalisa. Apakah gempa ini disusul tsunami atau tidak. Dan tidak mungkin dimaksud Jepang itu 45 menit sebelumnya sudah dikasih tahu. Tidak itu. BMG Jepang itu mengeluarkan (warning setelah) 17 menit, tsunaminya 20 menit. Jadi memang sudah disampaikan. Tapi pada saat yang bersamaan sampai beritanya, tsunaminya sudah sampai juga. Bukannya Pak Menteri sudah tahu tapi tidak disampaikan? Kemarin dia sudah menjelaskannya. Bahwa yang dimaksud itu 17 menit setelah gempa itu (BMG) Jepang kasih tahu. Tapi mungkin pada saat sampainya pemberitahuan, sudah tsunami. Manfaatnya hanya bagi daerah yang jauh. Kalau gempanya dekat Aceh, Aceh 15 menit antara gempa dengan tsunami, tapi di India ada 2 jam tsunami itu sampai. Dalam waktu 2 jam itu bisa diberitahukan. Tapi yang seperempat jam itu sulit sekali.
(nrl/)











































