Melihat Transformasi Layanan Kereta Api Lewat Film Strangers With Memories

ADVERTISEMENT

Melihat Transformasi Layanan Kereta Api Lewat Film Strangers With Memories

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 16 Nov 2022 00:20 WIB
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Didiek Hartantyo
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Didiek Hartantyo (Foto: Wilda/detikcom)
Jakarta -

PT Kereta Api Indonesia dan KAI Commuter meluncurkan film berjudul 'Strangers With Memories'. Film ini merekam transformasi digital yang signifikan dari kereta api menuju KAI baru.

"Jadi film ini tentang perjalanan kereta api, bagaimana kereta api beradaptasi dengan masa-masa yang berubah, menuju KAI baru kita sudah melakukan transformasi, transformasi apa? Dalam semua hal. Memang kita menamai dengan transformasi digital, tapi itu sebetulnya lebih ke mindset cara kerja, budaya kerja yang baru bagaimana kita memposisikan menuju KAI baru," kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Didiek Hartantyo di Metropole XXI, Jalan Pegangsaan Barat, Jakarta Pusat, Selasa (15/11/2022).

Didiek menyebut hampir 70 persen penumpang kereta api saat ini didominasi oleh kaum millennial. Untuk itulah, pihaknya akan terus beradaptasi dengan masa kini sehingga kereta api selalu berkembang dengan perubahan zaman.

"Hampir 70 persen millennial, 60 persen pegawai kita juga millennial bagaimana kita beradaptasi dengan masa ini sehingga kereta api itu selalu berkembang dengan perubahan zaman," ucap Didiek.

Didiek mengatakan KAI akan terus bertransformasi baik dari sisi layanan, operasional hingga sumber daya manusianya. Menurutnya, ke depan pelayanan KAI akan menggunakan face recognition boarding system atau fasilitas layanan boarding yang dilengkapi kamera untuk mengidentifikasi dan memvalidasi identitas seseorang melalui wajah yang datanya sudah diintegrasikan dengan data tiket kereta yang dimiliki hingga status vaksinasi pelanggan.

"Itu akan kita laporkan terus ya terkait di sisi layanan di sisi operasi, di sisi perawatan, keuangan dan sumber daya manusianya. Jadi kita akan terus bertransformasi menjadi KAI yang baru. Dari sisi layanan, kita sebentar lagi akan kenalkan dengan face recognition boarding system," ujarnya.

"Jadi nanti kita tuh bukan pakai KTP, tapi kita dengan KTP elektronik yang sistemnya sudah data kita sudah tercapture di situ. Maka data itu nanti orang boardingnya itu muka kita diidentifikasi," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, sutradara film 'Strangers With Memories' Fajar Nugros menyebut film ini jenisnya dokumenter dan fiksi edukasi. Fajar menyebut film ini bukan hanya ditujukan untuk penumpang kereta api saja, tapi juga untuk masyarakat luas.

"Ada dua produk satunya dari KAI dan satunya fiksi dari commuter. Jadi produk fisiknya ini untuk mengedukasi penumpang. Sudah bukan menunjukkan 'ini lho KAI-nya begini-begini dan sesuai kita kasih judulnya Strangers With Memories ini kan sudah berangkat kerja bareng dengan kereta api, tapi mereka tidak mau mengenali commuter line kayak apa, tidak peduli maunya asik sendiri, maunya egois sendiri," ungkapnya.

"Nah hal ini tidak bisa, harus beriringan kalau gitu ayo kenali lebih baik commuter line, jadi kalian bisa jadi penumpang yang lebih baik," imbuhnya.

(whn/fas)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT