Manula dan Anak-anak Masih Mengungsi di Bukit Ayah

Manula dan Anak-anak Masih Mengungsi di Bukit Ayah

- detikNews
Jumat, 21 Jul 2006 14:33 WIB
Kebumen - Bencana tsunami telah berusia 5 hari, Jumat (21/7/2006). Namun pengungsi di Kebumen masih saja bertahan di perbukitan, termasuk di perbukitan Ayah, atau yang oleh penduduk sekitar dipanggil Gunung Ayah, Kebumen.Jumlah pengungsi memang tinggal separo. Mereka adalah manula dan anak-anak. Jumlahnya sekitar 400 orang. Bila malam tiba, pengungsi tidur di tegalan dan dilindungi terpal plastik seadanya. Mereka yang mengungsi di bukit Ayah adalah warga desa Logending dan desa Jetis. Awalnya jumlah pengungsi ada 1.000 orang. Namun kini hanya tinggal separonya. Sebagian anak-anak telah bersekolah kembali. "Sebagian pengungsi kembali ke rumah masing-masing untuk mengamankan harta benda," kata Taryadi, warga Logending.Ketika mengungsi, warga hanya membawa beberapa lembar pakaian dan barang berharga yang bisa dibawa seperti sepeda motor. Taryadi yang berprofesi sebagai nelayan mengaku hingga kini belum berani mencari ikan dan hanya mengurusi hewan piaraan dan ladang saja."Istri dan mertua saya masih di Gunung Ayah bersama keluarga yang lain. Kalau hari ini aman, saya akan ajak keluarga pulang," kata Taryadi yang telah kembali ke rumah bersama anaknya.Sementara, pengungsian di kawasan Pantai Suwuk, telah bersih dari pengungsi. Sedangkan di Desa Widarapayung, Kecamatan Binangun, Cilacap, pengungsi masih bertahan di perbukitan. Jumlahnya sekitar 300 orang. (nrl/)


Berita Terkait