Konflik Israel-Libanon, Malaysia Berniat Kirim Pasukan
Jumat, 21 Jul 2006 12:08 WIB
Kuala Lumpur - Situasi di Libanon kian memanas. Pemerintah Malaysia tengah mempertimbangkan untuk mengirimkan pasukan perdamaian ke perbatasan Libanon-Israel. Pengiriman pasukan akan dilakukan begitu Dewan Keamanan PBB memutuskan soal gagasan pengerahan pasukan ke wilayah itu.Demikian disampaikan Deputi Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (21/7/2006)."Tentu saja keputusan ini harus dibuat kabinet. Namun berdasarkan pengalaman dan keterlibatan kami di Bosnia, serta posisi kami sebagai ketua OKI, maka sudah pasti Malaysia akan serius mempertimbangkannya," kata Najib.OKI atau Organisasi Konferensi Islam merupakan perkumpulan terbesar negara-negara Islam. Malaysia saat ini memegang jabatan ketua OKI.Pemerintah Malaysia mengutuk aksi militer Israel di Libanon dan Gaza, Palestina. Pemerintah negeri jiran itu menyerukan agar pasukan internasional dikerahkan untuk mencegah memburuknya kekerasan tersebut menjadi konflik regional."Komunitas internasional harus mengerahkan segala upaya untuk memastikan bahwa aksi militer agresif oleh Israel ini tidak memicu meluasnya konflik yang melibatkan negara-negara lain di wilayah itu," kata Menteri Luar Negeri Malaysia Syed Hamid Albar.Ratusan nyawa telah melayang akibat bombardir terus-menerus yang dilancarkan Israel ke Libanon. Sekjen PBB Kofi Annan mendesak kedua pihak untuk menghentikan kekerasan. Pemimpin badan dunia itu juga mengusulkan agar pasukan penjaga perdamaian dalam jumlah besar dikerahkah di sepanjang perbatasan Libanon-Israel.
(ita/)











































