Jasad Sekeluarga Tewas 'Mengering' Belum Diambil Keluarga, Ini Kata RS Polri

ADVERTISEMENT

Jasad Sekeluarga Tewas 'Mengering' Belum Diambil Keluarga, Ini Kata RS Polri

Mulia Budi - detikNews
Senin, 14 Nov 2022 22:13 WIB
Polisi lakukan olah TKP ulang di rumah sekeluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat,Sabtu (12/11/2022). Petugas juga melakukan penyemprotan disinfektan.
Polisi saat olah TKP di rumah penemuan mayat 4 orang sekeluarga yang ditemukan meninggal. (Rumondang Naibaho/detikcom)
Jakarta -

Jenazah empat orang satu sekeluarga yang ditemukan meninggal di Perum Citra Garden Extension I, Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar), masih berada di RS Polri Kramat Jati. Pihak rumah sakit menunggu konfirmasi penyidik terkait pengambilan jenazah oleh keluarga.

"Kita masih menunggu konfirmasi keluarga dari penyidik untuk pengambilan jenazah," kata Kabag Humas RS Polri Kramat Jati, AKBP Wulan, kepada wartawan, Senin (14/11/2022).

Wulan tak bicara banyak soal kapan pengambilan jenazah itu akan dilakukan. Dia menyebut komunikasi terkait pengambilan jenazah dilakukan pihak keluarga dengan penyidik.

"Yang komunikasi dengan keluarga itu penyidiknya, kalau kita tinggal nunggu kapan mau ambilnya," ujarnya.

Saat ini pihak RS Polri masih menunggu informasi dari Polres Jakbar yang menangani kasus penemuan mayat sekeluarga di Kalideres tersebut. "Kita nunggu dari polres," imbuhnya.

Sebelumnya, kematian sekeluarga 'mengering' di Kalideres, Jakarta Barat, masih menyisakan teka-teki. Penyebab kematian sekeluarga karena 'tak makan-minum cukup lama' membuat publik berspekulasi.

Ada yang menduga bahwa keempat korban tewas diracun hingga melakukan sebuah 'ritual'. Lalu apa kata polisi?

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan pihaknya enggan berspekulasi terkait apa yang membuat sekeluarga ini tak makan-minum dalam waktu yang cukup lama. Namun, Hengki Haryadi menyatakan pihaknya masih akan mendalami segala kemungkinan tersebut.

"Masalah apakah ada racun atau tidak, labfor masih dalami. Tunggu hasil labfor dulu," ujar Hengki Haryadi saat dihubungi detikcom, Senin (14/11).

Saat ditanya kemungkinan sekeluarga tewas 'mengering' ini terlilit utang pinjaman online (pinjol), Hengki Haryadi enggan menarik kesimpulan tersebut.

"Intinya, berbagai kemungkinan sebab dan motif sedang dalam pendalaman," imbuh Hengki.

(mei/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT