Arman: Media Massa Jangan Mainkan Isu Sensitif
Jumat, 21 Jul 2006 10:59 WIB
Jakarta - Kasus Pemimpin Redaksi (Pemred) Rakyat Merdeka Online Teguh Santosa harus dijadikan pelajaran. Pemerintah maupun media massa sebaiknya tidak bermain-main dengan isu yang sensitif.Hal tersebut ditegaskan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh kepada wartawan di kantornya, Jl. Sultan Hasanudin, Jakarta, Jumat (21/7/2006)."Saya sendiri tidak setuju wartawan dipidana untuk berita-berita. Tetapi ada hal-hal tertentu yag sangat tabu dan tidak boleh dilewati baik oleh masyaralat, pemerintah maupun media massa," kata pria yang akrab disapa Arman ini.Menurut Arman, pemuatan karikatur Nabi Muhammad seperti dilakukan Rakyat Merdeka Online adalah persoalan yang sangat sensitif. Hal ini disebabkan karakter masyarakat Indonesia yang sangat beragam."Menurut saya ini sensitif dan dia (Teguh Santoso) sudah melewati batas. Jadi ini pelajaran bagi kita semua jangan menyentuh isu yang sangat peka," tukas Arman.Pimred Rakyat Merdeka Online, Teguh Santosa, menjadi tersangka penodaan agama karena memuat karikatur Nabi Muhammad beberapa bulan lalu. Teguh sempat mendekam di LP Cipinang, meski akhirnya penahanannya ditangguhkan, Kamis 20 Juli malam.
(djo/)











































