Eks Perwira TNI Dituntut 10 Tahun Bui Terkait Pelanggaran HAM Berat Paniai

ADVERTISEMENT

Eks Perwira TNI Dituntut 10 Tahun Bui Terkait Pelanggaran HAM Berat Paniai

Muhammad Irwan - detikNews
Senin, 14 Nov 2022 18:42 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Foto ilustrasi sidang. (Ari Saputra/detikcom)
Makassar -

Mantan perwira penghubung Kodim 1705/Paniai Mayor Infanteri Purnawirawan Isak Sattu dituntut 10 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU). Jaksa menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan pelanggaran HAM berat di Paniai.

"Menuntut supaya majelis hakim pengadilan pada pengadilan hak asasi manusia pada pengadilan kelas IA Makassar yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menjatuhkan pidana terhadap Mayor Infanteri Purnawirawan Isak Sattu oleh karenanya dengan pidana penjara selama 10 tahun," ujar jaksa di PN Makassar, seperti dilansir detikSulsel, Senin (14/11/2022).

Jaksa meyakini terdakwa sah dan meyakinkan bersalah atas tindakan pelanggaran HAM berat di Paniai pada Desember 2014. Jaksa meminta terdakwa divonis seperti diatur UU tentang Pengadilan HAM.

"Perlu divonis seperti diatur dalam UU Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM Pasal 42 Ayat (1) huruf a dan b juncto Pasal 7 huruf b, Pasal 9 huruf a, serta pasal 37," tegas jaksa.

Seperti diketahui, Mayor Infanteri Purnawirawan Isak Sattu menjadi terdakwa tunggal pada peristiwa Paniai berdarah. Dia merupakan mantan perwira penghubung Kodim 1705/Paniai yang dianggap bertanggung jawab atas tragedi tersebut.

Baca selengkapnya di sini

Lihat juga Video: KontraS Pertanyakan Peran LPSK di Sidang Pelanggaran HAM Berat di Paniai

[Gambas:Video 20detik]



(idh/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT