Dinilai Unggul Terapkan Konsep ESG, Pupuk Kaltim Sabet 2 Penghargaan

ADVERTISEMENT

Dinilai Unggul Terapkan Konsep ESG, Pupuk Kaltim Sabet 2 Penghargaan

Sukma Nur - detikNews
Senin, 14 Nov 2022 18:00 WIB
Pupuk Kaltim
Foto: Dok. Pupuk Kaltim
Jakarta -

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) raih dua penghargaan berturut-turut karena dinilai berhasil menerapkan konsep investasi lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam transformasi hijau dan berkelanjutan. Penghargaan tersebut diraih dalam gelaran ESG Disclosure Awards 2022 dan Trenasia ESG Excellence 2022 pada Oktober 2022 lalu.

Menurut Direktur Utama PKT, Rahmad Pribadi mengatakan dua penghargaan ini merupakan pencapaian kolektif yang menjadi bukti nyata komitmen PKT di bidang ESG.

"Penghargaan ini merupakan cerminan dari komitmen dan kerja keras PKT yang mendukung penuh program pemerintah melalui penerapan ESG di perusahaan. Sebagai perusahaan petrokimia berskala global, PKT terus membangun ekosistem bisnis dengan mengutamakan pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan tata kelola perusahaan, sehingga selalu menjadi perusahaan berkinerja unggul kelas dunia. Prestasi ini menjadi dukungan bagi PKT dalam usaha efisiensi energi, optimalisasi infrastruktur, dan ekspansi di pasar global," ujar Rahmad dalam keterangan tertulis, Senin (14/11/2022).

Diketahui, pada gelaran ESG Disclosure Awards 2022, PKT meraih predikat Leadership AAA yang berarti PKT dinilai dapat mengimplementasi aspek-aspek ESG dengan terhadap perusahaannya. Perhitungan skor dilakukan dengan analisa Sustainability Reporting untuk menentukan tingkat transparansi ESG yang menggunakan faktor-faktor yang dinilai relevan oleh BGK Foundation.

BGK Foundation, diketahui mengidentifikasi sebanyak 33 faktor utama ESG berdasarkan studi peraturan, perjanjian internasional, serta standar dan pedoman pelaporan. Sedangkan dalam Trenasia ESG Excellence 2022, PKT mendapatkan penghargaan untuk industri petrokimia kategori Action. Gelaran ini telah menyaring lebih dari 120 perusahaan di 34 subsektor industri, dan menilai dari implementasi ESG beserta variable-variabel turunannya.

Proses penjurian dilakukan pada 12 September hingga 12 Oktober 2022, berdasarkan laporan keberlanjutan dan laporan tahunan perusahaan periode 2021. Penilaian dilakukan oleh jajaran pakar dari berbagai latar belakang bidang, yaitu Michael T. Tjoajadi, CEO Schroders Indonesia; Arsjad Rasjid, Chairman Kadin Indonesia; Mas Achmad Daniri, Expert Council Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG); Edi Setijawan, Director Department of Research Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maria Rosaline Nindita Radyati, President Director Institute for Sustainability & Agility dan Adhitya Noviardi, Editor in Chief TrenAsia.com.

Rahmad mengatakan penghargaan tersebut diraih oleh pihaknya karena telah berinisiatif menerapkan konsep ESG dalam roadmap pertumbuhan kedua perusahaan selama 40 tahun ke depan. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan transformasi hijau industri petrokimia dengan fokus pengembangan renewable resources dan mendukung Indonesia net zero emission di 2060.

"Industri petrokimia menjadi salah satu industri yang digadang-gadang menjadi industri yang dinilai paling tepat bertransformasi menjadi industri hijau dan berkelanjutan, guna mendukung target Indonesia bebas emisi karbon di tahun 2060. Sebagai perusahaan pupuk dan petrokimia terbesar di Asia Tenggara, PKT siap menjadi pionir transformasi hijau industri petrokimia," tutur Rahmad.

"Ke depannya, perusahaan tidak hanya dituntut menjadi lebih produktif tetapi juga lebih ramah lingkungan. Hal ini merupakan langkah kami untuk meraih keseimbangan 3P (people, planet, profit). Kami berupaya menyeimbangkan profitabilitas dengan upaya kami menjaga kelestarian lingkungan dan berkontribusi terhadap sosial kemasyarakatan," imbuhnya.

Untuk mewujudkan komitmen perusahaan dalam transformasi hijau dengan konsep ESG, PKT juga telah menginisiasi berbagai inovasi berkelanjutan. Salah satunya, terdapat pembangunan Pembangkit LIstrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Bontang, Kalimantan Timur yang turut menekan penggunaan karbon di daerah perusahaan.

PLTS Atap merupakan salah satu bagian dari ekosistem di lingkungan PKT yang mampu menghasilkan energi bersih dan menekan emisi gas karbon secara optimal. Kemampuan PLTS Atap ini dapat menghemat 20 hingga 30 persen kebutuhan energi PKT di area perkantoran. Selain itu juga, PKT mulai juga menggunakan sepeda dan motor listrik ramah lingkungan untuk transportasi operasional perusahaan dan juga uji emisi berkala untuk kendaraan bermotor operasional.

Selain itu juga ada program Community Forest yang digagas PKT bersama TNI dalam bentuk aktivitas penanaman pohon bersama dengan target 10 juta pohon hingga 2030. Sinergi ini menjadi wujud komitmen PKT untuk mencapai target pengurangan emisi karbon hingga 32,50 persen di tahun 2030.

Diharapkan dengan adanya program ini, PKT bisa berkontribusi terhadap penyerapan emisi karbon hinggi 5.379 ton CO2 per tahun. PKT juga bekerja sama dengan masyarakat sekitar Bontang dalam konservasi keanekaragaman hayati yang ada di dalam ekosistem perusahaan seperti konservasi terumbu karang, penangkaran rusa dan kultur jaringan tanaman langka.

"Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya telah memberikan kepercayaan dan kehormatan kepada Pupuk Kaltim atas apresiasinya. Tentu saja tidak dapat dipungkiri, penghargaan ini merupakan hasil dari upaya bersama dan kinerja unggul yang ditunjukkan oleh semua rekan-rekan di PKT. Apresiasi penuh kami ucapkan kepada seluruh karyawan dan keluarga besar Pupuk Kaltim, yang selama ini telah mendukung dan mewujudkan komitmen perusahaan dalam pelaksanaan program ESG PKT," pungkasnya.

(akn/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT