Viral Warga Cegat Patwal Polisi Pengawal Bus Wisata di Yogya

ADVERTISEMENT

Viral Warga Cegat Patwal Polisi Pengawal Bus Wisata di Yogya

Adji G Rinepta - detikNews
Senin, 14 Nov 2022 16:12 WIB
Mobil patwal Polresta Jogja mengawal rombongan bus wisata yang dicegat Elanto, Minggu (13/11/2022).
Mobil Patwal yang Ditegur Warga Yogya (Dok. Twitter @joeyakarta)
Jakarta -

Video seorang warga mencegat dan memprotes mobil patwal polisi di jalan Yogyakarta viral di media sosial. Polisi pun menjelaskan kejadian tersebut.

Dilansir detikJateng, Senin (14/12/2022), pemilik akun @joeyakarta mencuit perihal pengalamannya menghentikan serta menegur mobil dan motor patwal Polres Yogya yang sedang mengawal rombongan bus wisata SMP saat melintas di flyover Janti. Dalam cuitan itu, si pemilik akun juga mempertanyakan urgensi pengawalan tersebut.

Cuitan warga Yogya itu pun mendapat respons dari @kapoldaDIY. Profil akun itu tertulis sebagai Akun Resmi Kepala Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta 'Manggala Naya Wiwarottama'.

"Terima kasih sebelumnya. Yang pertama, tupoksi Polri menjadi pelayan masyarakat. Jadi di sini mengawal untuk menunjukkan jalan, agar tahu kondisi jalan mana saja yang bisa dilalui bus pariwisata untuk menuju satu tempat ke tempat wisata lainnya. Namun tetap mengikuti traffic kecuali urgent," tulis akun @kapoldaDIY yang kalimatnya sudah disesuaikan EYD.

Pemilik akun @joeyakarta, Elanto Wijoyono, mengkonfirmasi peristiwa itu. Dia sendiri mengaku mencegat mobil patwal Polresta Yogya yang mengawal rombongan bus wisata tersebut.

"Apa urgensi dari pengawalan itu, dan petugas dari Polresta mereka menyampaikan bahwa rombongan bus yang dikawal rombongan sekolah dari wilayah Jawa Tengah, mohon pengawalan karena kebetulan sudah merasa kemalaman di jalan, mohon pengawalan sampai luar wilayah Jogja," kata Elanto saat dimintai konfirmasi.

Terpisah, Kasi Humas Polresta Yogyakarta AKP Timbul Sasana Raharjo mengatakan secara umum pengawalan kepolisian bisa dipakai oleh siapa pun. Asalkan, kata Timbul, pengawalan itu benar-benar diperlukan.

"Dengan konteks yang benar-benar diperlukan, menurut saya ini. Misal ada acara butuh pengawalan, mepet waktu, silakan. Tidak bicara uang, tidak ini, beda. Tapi kalau diasumsikan dengan materi, itu terserah masing-masing. Intinya tidak ada aturan harus ada biaya," kata Timbul ketika dimintai konfirmasi terpisah.

Simak selengkapnya di sini.

Lihat juga Video: Suporter Jogja-Solo Doa Bersama untuk Tragedi Kanjuruhan

[Gambas:Video 20detik]



(zap/idh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT