Ternyata KPK Sering Dapat Info Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru

ADVERTISEMENT

Ternyata KPK Sering Dapat Info Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru

M Hanafi Aryan - detikNews
Senin, 14 Nov 2022 14:49 WIB
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (Hanafi-detikcom)
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (Hanafi/detikcom)
Jakarta -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap pihaknya kerap menerima aduan masyarakat soal tindak pidana korupsi di lingkungan perguruan tinggi. Informasi itu didapat dari pihak internal kampus.

Hal itu diungkap Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam Forum Penguatan Integritas Ekosistem Perguruan Tinggi di Yogyakarta. Dia menyebut korupsi itu sering menyasar penerimaan mahasiswa baru.

"KPK sering mendapat informasi dugaan korupsi di Perguruan Tinggi, salah satunya mengenai penerimaan mahasiswa baru. Informasi bahkan diterima dari pihak internal kampus, di samping titik rawan korupsi yang terpetakan dalam proses pemilihan rektor," kata Alexander Marwata dalam keterangannya, Senin (14/11/2022).

Alex menilai Forum Penguatan Integritas Ekosistem Perguruan Tinggi penting diadakan supaya lingkungan kampus terbebas dari korupsi. Dia menyebut program ini juga ditargetkan untuk mencetak lulusan yang bisa menciptakan birokrasi bebas dari korupsi.

"Dengan program ini, Perguruan Tinggi akan menghasilkan lulusan yang berintegritas, jadi jika menjabat suatu kedudukan dapat menciptakan birokrasi yang bersih dari korupsi," lanjutnya.

Menurut Alex, integritas akademik merupakan salah satu syarat agar perguruan tinggi mendapatkan status universitas kelas dunia. Tata kelola kampus dan kualitas alumni yang baik juga hanya bisa didapat apabila adanya integritas di lingkungan kampus.

"Jika perguruan tinggi ingin mendapatkan status universitas kelas dunia, syaratnya adalah memiliki integritas akademik, kualitas alumni yang berintegritas serta tata kelola kampus yang baik. Untuk itu, kegiatan ini sangat penting dilakukan agar dapat mengurai masalah atau kendala yang dihadapi di lingkungan sivitas akademika agar terlahir ekosistem perguruan tinggi yang berintegritas."

Adapun kasus korupsi terakhir yang ditangani KPK adalah suap penerimaan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila). Perkara ini menjerat Rektor Unila Karomani.

Rektor Unila Karomani ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Sabtu (20/8). Selain Karomani, KPK menetapkan Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila Heryand, Ketua Senat Unila Muhammad Basri, dan pihak swasta Andi Desfiandi.

Dalam OTT itu, KPK menyita uang tunai berjumlah Rp 414,5 juta, slip setoran deposito dengan nilai Rp 800 juta, hingga kunci safe deposit box yang diduga berisi emas senilai Rp 1,4 miliar. Selain itu, KPK menyita kartu ATM dan buku tabungan berisi uang Rp 1,8 miliar.

Dalam konstruksi perkaranya, KPK menduga Karomani aktif terlibat dalam menentukan kelulusan calon mahasiswa baru dalam Seleksi Mandiri Masuk Universitas Lampung (Simanila). Karomani mematok harga yang bervariasi untuk meluluskan mahasiswa mulai dari Rp 100 juta hingga Rp 350 juta.

Dalam dakwaannya, penyuap Karomani, yakni Andi Desfiandi, memberikan uang sebesar Rp 250 juta. Suap itu diberikan agar meluluskan dua calon mahasiswa Fakultas Kedokteran Unila.

Lihat juga Video: Respons Rektor soal Puluhan Website UGM Dibobol Hacker

[Gambas:Video 20detik]



(zap/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT