PDIP Sebut Jokowi Layak Jadi Sekjen PBB Usai 2024

ADVERTISEMENT

PDIP Sebut Jokowi Layak Jadi Sekjen PBB Usai 2024

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Senin, 14 Nov 2022 11:52 WIB
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan rencana dirinya rehat dan bakal kembali ke Solo setelah 2024. Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah menilai Jokowi layak menjabat Sekjen PBB atau Perserikatan Bangsa-Bangsa setelah menyelesaikan masa jabatan kepala pemerintahan RI.

Said mulanya mengapresiasi rencana Jokowi yang ingin aktif di bidang lingkungan. Said menilai persoalan lingkungan hidup menjadi salah satu isu penting dunia.

"Keinginan Presiden Joko Widodo untuk aktif pada bidang lingkungan selepas beliau menyerahkan estafet kepemimpinan nasional kepada presiden terpilih pada Pemilu 2024 perlu kita apresiasi. Persoalan lingkungan hidup memang menjadi isu penting dunia ke depan. Persoalan perubahan iklim telah mendorong dunia makin rentan di banyak hal karena intensi bencana iklim yang makin besar," kata Said mengawali tanggapannya, Senin (14/11/2022).

Said menilai Jokowi telah membangun jaringan internasional yang luas. Selain itu, menurutnya, Jokowi telah menunjukkan kapasitasnya dalam mendorong isu lingkungan.

"Jaringan internasional yang sedemikian luas telah beliau rajut, setidaknya selama 10 tahun terakhir ini. Jaringan itu sangat dibutuhkan, bukan hanya oleh Indonesia, bahkan dunia dalam menghadapi perubahan iklim. Beliau juga menunjukkan kapasitasnya selama ini dalam kepemimpinan nasional dalam mendorong isu isu lingkungan," ujarnya.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR ini menyinggung langkah Jokowi yang mendeklarasikan tidak akan dibangun pembangkit listrik berbasis fosil. Begitu pula kebijakan peralihan moda transportasi yang kini didorong untuk berbasis listrik.

"Misalnya saja, beliau telah mendeklarasikan pemerintahan di bawah kepemimpinannya pada tahun 2025 tidak akan dibangun pembangkit listrik berbasis fosil. Terbaru, Presiden Joko Widodo juga mendorong perubahan moda transportasi yang selama ini bertumpu pada BBM, untuk beralih ke moda transportasi berbasis listrik, setidaknya bisa dimulai dari internal pemerintahan," katanya.

Atas hal itu, Said berharap Jokowi bisa menjadi lebih dari seorang tokoh di bidang lingkungan usai mengakhiri masa jabatannya sebagai Presiden. Terkait usulan soal Sekjen PBB, Said mengungkit gaya kepemimpinan Jokowi di kancah internasional yang dinilai dapat diterima oleh semua pihak.

"Saya pribadi sangat berharap, berkaca pada kapasitas kepemimpinan beliau selama ini, beliau bisa lebih dari sekadar tokoh bidang lingkungan selepas tidak menjabat sebagai presiden. Gaya kepemimpinannya di kancah internasional yang bisa diterima oleh semua pihak, misalnya saja dalam konflik Rusia dan Ukraina, beliau bisa diterima oleh kedua pemimpin negara tersebut," katanya.

Said menilai Jokowi bisa menjadi jembatan bagi kedua pemimpin negara besar di dunia, yakni Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping.

"Lebih jauh, di mata negara negara besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok, Presiden Joko Widodo juga bisa menjadi jembatan kedua pemimpin, baik dari Presiden Xi Jinping maupun Presiden Joe Biden. Kepemimpinan Presiden Joko Widodo juga bisa mendorong partisipasi lebih luas negara negara negara Arab di Indonesia, seperti Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab," lanjutnya.

Oleh karena itu, Said menyebut Jokowi layak menjadi Sekjen PBB. Menurutnya, Jokowi memenuhi syarat Sekjen PBB yang dipilih berdasarkan representasi kawasan.

"Mempertimbangkan kapasitas beliau tersebut di atas, sudah sepantasnya pemerintah Indonesia dan negara negara di kawasan seperti ASEAN mendorong Presiden Joko Widodo menjadi Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Syarat Sekjen PBB adalah mantan kepala pemerintahan atau mantan menteri luar negeri. Sekjen PBB dipilih berdasarkan representasi kawasan, misalnya Eropa, Asia Pasifik, Amerika Latin, Afrika, dan lain-lain," katanya.

(fca/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT