Busway Sudah Seperti Patas

Busway Sudah Seperti Patas

- detikNews
Jumat, 21 Jul 2006 08:14 WIB
Jakarta - Penuh penumpang, berdesak-desakan serta air conditioning (AC) yang tidak begitu dingin adalah fenomena sebagian Patas AC. Kondisi yang kurang menyenangkan ini, kini menjadi gambaran ketika menaiki Busway.Tak cuma itu, tingkat kesadaran yang rendah pengguna Busway untuk mendahulukan ibu hamil, lansia, orang cacat dan orang sakit agar mendapatkan tempat duduk, menjadi pemandangan sehari-hari. Terkadang banyak penumpang Busway yang memilih pura-pura tidur ketika ada orang yang harus didahulukan duduk ketika masuk ke dalam Busway.Pemandangan ini hampir terlihat di semua koridor Busway, baik Koridor I jurusan Kota-Blok M, koridor II jurusan Harmoni-Pulogadung dan koridor III jurusan Kalideres-Harmoni. Antrean panjang dan berdesak-desakan hampir setiap hari terlihat, terutama pada jam-jam sibuk.Parahnya hal itu juga sering terjadi tidak hanya pada saat weekday saja, tapi juga weekend, misalnya di hari Sabtu. Kondisi ini terlihat di sore hari. Mestinya pada saat weekend Transjakarta, selaku pengelola Busway tidak mengurangi jumlah bus yang beroperasi sehingga tidak terlihat antrean dan penumpang yang berdesak-desakan.Ami, seorang karyawan Indosat merasa Busway bukan lagi sebagai kendaraan yang nyaman, seperti yang dimotokan oleh Transjakarta. "Ada beberapa Busway yang AC-nya sudah tidak dingin lagi. Sudah AC tidak dingin, penumpang penuh pula," keluhnya.Selain itu, banyaknya jumlah penumpang ketimbang armada Busway membuat puluhan penumpang yang mengantri terlantar di halte-halte khusus Busway.Hal yang sama juga dirasakan Zulham, warga Kalideres. Awalnya dia lebih memilih memakai Busway untuk pergi ke kantornya, namun kini dia memilih untuk menggunakan motor kembali. "Penuh terus, gak lucu kan kalo harus berdesak-desakan dari Kalideres sampai Sudirman," katanya. "Kalau cuma berdiri saja tak masalah, tapi berdesak-desakkan sehingga membuat situasi tak nyaman," ujarnya.Kekesalan dia makin bertambah oleh sikap penumpang yang memonopoli tempat duduk. Pernah suatu ketika seorang keluarga yang membawa dua anaknya yang masih kecil-kecil dan berumur kurang dari 2 tahun. Kedua anaknya itu menempati tempat duduk dan tidak dipangku oleh orangtuanya."Sudah anaknya tidak bayar, malah duduk. Kasian penumpang wanita lain yang harus berdiri padahal perjalanan masih jauh," tukasnya. (mar/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads