Dari Kamboja, Jokowi Telepon Luhut Tanya Persiapan Detail KTT G20

ADVERTISEMENT

KTT G20

Dari Kamboja, Jokowi Telepon Luhut Tanya Persiapan Detail KTT G20

Farih Maulana Sidik - detikNews
Sabtu, 12 Nov 2022 16:03 WIB
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) menelepon dirinya dari Kamboja. Jokowi bertanya ke Luhut terkait detail persiapan KTT G20 di Bali pada 15-16 November 2022.

"Tadi beliau dari Kamboja telepon saya, nanya persiapan-persiapan sampai detail sekali, bagaimana di dome waktu makan siang, bagaimana nanti Presiden menyaksikan dengan Xi Jinping mengenai kereta api cepat Jakarta-Bandung, dynamic test juga selama 2-3 hari ini kita lakukan dan akhirnya baik," kata Luhut saat jumpa pers yang ditayangkan YouTube Kemenko Marves, Sabtu (12/11/2022).

"Kemudian bagaimana industri-industri yang di Indonesia timur dan pertemuan nanti Presiden Joko Widodo dengan Presiden Xi Jinping, bilateral, sebagainya," tambahnya.

Luhut memastikan persiapan KTT G20 di Bali telah siap hampir 100 persen. Hal tersebut yang dilaporkannya kepada Jokowi dalam telepon.

"Overall saya kira persiapan-persiapannya saya lapor tadi Presiden. Saya bilang 100 persen nanti terlalu dilepas, tapi 99 persenlah. Jadi tomorrow kita bisa klaim sudah 100 persen ya siap," ucapnya.

Lebih lanjut Luhut mengungkapkan ada tiga pemimpin negara yang tidak menghadiri KTT G20. Salah satunya adalah Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Tiga pemimpin negara yang tidak bisa datang, pertama Presiden Putin karena dia memiliki urusan yang harus diselesaikan di negaranya, kedua ada Presiden Brasil tidak bisa datang karena transisi kekuasaan pascapemilu. Ketiga ada Presiden Meksiko, sejauh yang saya tahu dia tidak pernah jauh dari Meksiko," ujar Luhut.

Selain tiga negara itu, pemimpin negara lainnya disebut akan hadir. Luhut mengaku senang di KTT G20 Bali ini Amerika dan China bertemu.

"Saya senang Amerika dan China juga ada di sini, dan Anda akan melihat apa yang terjadi. Semoga akan melihat sesuatu terjadi selama ini di Bali," jelas Luhut.

(fas/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT