Ribuan Pengungsi Tsunami di Cilacap Butuh Selimut dan Tikar

Ribuan Pengungsi Tsunami di Cilacap Butuh Selimut dan Tikar

- detikNews
Kamis, 20 Jul 2006 19:00 WIB
Cilacap - Sekitar 5 ribuan pengungsi di Gunung Selok, Karangbenda, Adipala, Cilacap, menempati tenda tak memadai. Saat ini, mereka butuh selimut dan tikar untuk mengusir hawa dingin.Selain warga Karangbenda, pengungsi juga berasal dari Desa Glempang Pasir, Welahan Wetan, Pedasong, Bunton, Karanganyar, dan Adiraja. Di gunung yang tidak begitu tinggi itu, mereka mengurangi rasa cemas terhadap tsunami sebagaimana terjadi Senin (17/7/2006) lalu.Para pengungsi datang ke pos pengungsian dadakan ini mulai pukul 15.00 WIB. Kian malam, kian banyak pula yang datang. Mereka akan pulang esok paginya dan kembali lagi sore hari. Di lokasi tersebut, warga memasang terpal sebagai atap tenda dengan sisi-sisi terbuka."Karena itu, warga kedinginan. Tiap malam, mereka diterpa angin. Kasihan orang tua dan anak-anak. Yang dibutuhkan adalah selimut dan tikar," ujar Kepala UPT Dinsos dan KB Kecamatan Adipala, Munfasil, Kamis (20/7/2006).Di kawasan yang berjarak sekitar 1 KM dari bibir pantai itu, kini berdiri sejumlah tenda milik Depsos, relawan, TNI maupun Polri. Namun karena jumlah pengungsi terlalu banyak, maka tenda tersebut tak cukup memadai bagi pengungsi. Munfasil menyatakan, logistik tak ada masalah. Pemerintah dan relawan mendirikan dapur umum dan men-drop makanan ke semua pengungsi. Khusus untuk pengambilan susu, warga diharuskan membawa KTP."Kami belum tahu sampai kapan warga akan tetap mengungsi. Mungkin seminggu-an. Menghilangkan rasa trauma memang butuh waktu yang tidak pendek," tutur warga setempat, Wardi (28). Sementara dari pantauan detikcom, mulai hari ini, PDAM telah mengirim dua tangki air bersih untuk keperluan sehari-hari. Tampak juga posko kesehatan atau posko bencana milik parpol, kampus, dan organisasi massa. (asy/)


Berita Terkait