Komunikasi Terakhir Ketua RT dan Keluarga yang Tewas 'Mengering' di Jakbar

ADVERTISEMENT

Komunikasi Terakhir Ketua RT dan Keluarga yang Tewas 'Mengering' di Jakbar

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 12 Nov 2022 12:55 WIB
Asiung (kiri), ketua RT TKP penemuan mayat sekeluarga di Kalideres, Jakarta Barat mengungkap awal mula penemuan 4 jasad.
Foto: Asiung (kiri), ketua RT TKP penemuan mayat sekeluarga di Kalideres, Jakarta Barat mengungkap awal mula penemuan 4 jasad. (Rumondang Naibaho/detikcom)
Jakarta -

Ketua RT 007/RW 015 Kelurahan Kalideres, Asiung, mengungkap komunikasi terakhirnya dengan salah satu anggota keluarga yang ditemukan tewas 'mengering' di Kalideres, Jakarta Barat. Komunikasi terakhir itu terjadi antara Asiung dengan Dian, korban yang berusia paling muda.

Dian (42) diketahui merupakan anak perempuan dari korban RG (71) dan istrinya, RM (68). Satu korban lainnya inisial BG (68) merupakan ipar dari orang tua Dian. Asiung mengatakan percakapan terakhirnya dengan Dian terjadi pada 5 September 2022 lalu.

"Ada komunikasi tanggal 5 September sama si Dian. Saya tanya 'Dian itu kok lampu gelap, kamu rumah sudah terjual?'. Dia jawab 'belum om'. Jadi masih ada komunikasi," kata Asiung saat dihubungi detikcom, Sabtu (12/11/2022).

Percakapan itu terjadi setelah rumah dari keluarga Dian terlihat gelap. Asiung mengatakan posisi rumah korban dengan rumahnya saling berhadap-hadapan.

Asiung mengatakan percakapannya itu bermula saat dia menerima surat tagihan listrik dari PLN. Tagihan listrik itu rupanya ditunjukkan untuk keluarga Dian.

Tanpa pikir lama, Asiung lalu menghubungi Dian untuk segera melunasi pembayaran tunggakan listriknya tersebut.

"Tanggal 5 September saya kirim ke Dian untuk segera melunasi. Dia bales 'iya om sorry ngerepotin, nanti dikabarin lagi'. Ternyata dibayar uang sebesar Rp 300 ribu ke petugas PLN," ungkap Asiung.

Menurut Asiung, petugas PLN dan dirinya telah diperiksa ke Polsek Kalideres. Dalam pemeriksaan itu petugas PLN mengungkap Dian sudah tidak bisa dihubungi sejak 27 Oktober.

"Terkahir tanggal 27 Oktober WA sudah ceklis satu. Tidak bisa dihubungi. Jadi terakhir 27 Oktober lalu tanggal 9 November diputuskan listrik tersebut," jelas Asiung.

Jasad Dian dan tiga orang keluarganya ditemukan pada Kamis (10/11) malam. Jasad korban ditemukan dengan kondisi mengering.

Namun, Asiung menduga Dian dan BG menjadi orang yang terakhir meninggal di rumah tersebut. Pasalnya, jasad keduanya masih utuh dan menimbulkan bau tidak sedap.

"Menurut dokter puskesmas yang mati terakhir itu bau. Dengan bukti? Itu dagingnya masih utuh saya lihat dengan mata kepala saya sendiri. Dagingnya semuanya masih utuh si anak utuh, si omnya utuh. Yang kering itu orang tuanya yaitu ibu dan bapaknya," ungkap Asiung.

Simak video 'Sederet Fakta Tewasnya 4 Orang Sekeluarga di Jakbar':

[Gambas:Video 20detik]



Enam orang saksi diperiksa. Simak di halaman berikutnya:



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT