Terlempar Ombak 100 M, Tarsono Tak Luka Sedikit pun

Terlempar Ombak 100 M, Tarsono Tak Luka Sedikit pun

- detikNews
Kamis, 20 Jul 2006 18:24 WIB
Cilacap - Banyak cerita heroik yang dialami korban tsunami yang selamat. Penjual mie ayam di Cilacap, Tarsono (54), misalnya. Meski terlempar gelombang hingga 100 meter, tak ada sedikit pun luka di tubuhnya.Senin (17/7/2006), seperti biasa penjual mie ayam di Pantai Widarapayung Wetan, Kecamatan Binangun, Cilacap ini menjajakan dagangannya. Di daerah tersebut, banyak pengunjung yang berwisata renang di tiga kolam yang ada, atau sekadar berjalan-jalan di pantai berpasir putih itu.Saat gelombang tsunami datang, Tarsono sedang menunggui empat pembeli yang sedang melahap mie ayamnya. Jarak dari pantai hanya sekitar 30 meter. "Saya sempat melihat gelombang tinggi, tapi tak sempat menghindar," katanya kepada detikcom, Kamis (20/7/2006).Hantaman gelombang pasang membuat dirinya terjengkal. Ia berlari searah dengan gelombang. Belum usai gelombang pertama menerjang, gelombang kedua kembali datang.Akibatnya, bapak lima anak ini pun terbawa arus. Tubuhnya menghantam pohon kelapa. Ia berusaha bertahan dengan merangkul pohon, namun arus lebih kuat. "Saya terbawa arus sejauh 100-an meter dari posisi semula. Gelombang yang ketiga mengakhiri 'perjalanan' saya," jelas dia. Saat air surut, kakek enam cucu ini sudah 'terdampar' di gundukan tanah. Tak ada luka berarti di tubuhnya. Hanya kaki kanannya yang tergores pohon kelapa. "Ini sih bukan luka, kecil kok," kata dia sambil menunjukkan dua titik luka di kakinya.Tarsono mengaku sangat bersyukur bisa selamat meski harus kehilangan barang dagangannya. Selain gerobak mie beserta isinya, sepeda motornya yang diparkir di dekat gerobaknya juga rusak. "Yang penting, saya dan semua anggota keluarga selamat," lanjutnya dengan ketegaran yang masih tersisa. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads