Aziddin Pertanyakan Pemecatannya dalam Pidato Perpisahan

Aziddin Pertanyakan Pemecatannya dalam Pidato Perpisahan

- detikNews
Kamis, 20 Jul 2006 17:48 WIB
Jakarta - Walau sudah dipecat sebagai anggota FPD DPR RI oleh partainya, ternyata Aziddin belum bisa menerimanya sepenuh hati. Buktinya, dalam pidato perpisahannya, dia mempertanyakan landasan pemecatan yang digunakan partainya atas rekomendasi Badan Kehormatan (BK)."Sekarang saya diberhentikan oleh BK dengan alasan etika moral. Apa etika moral itu? Kalau pejabat diberhentikan dengan etika moral ini akan menggelinding satu situasi politik di negara kita. Ini sangat berbahaya," kata Aziddin berapi-api.Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja Komisi VIII dengan Menteri Agama Maftuh Basyuni di gedung DPR RI, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (20/7/2006).Dalam pidatonya Aziddin menyatakan, selama surat keputusan pemecatan yang ditandatangani oleh Presiden SBY belum diterimanya, dia merasa masih punya hak untuk berbicara dengan Komisi VIII. Karena itu dia datang dan menyampaikan pendapat terakhirnya itu. Aziddin juga sempat emosional terhadap Menag Maftuh Basyuni yang telah menuding dirinya sebagai calo. Dia menegaskan akan mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukannya kepada Tuhan dan jamaahnya. Namun demikian dia akan tetap berjuang melalui jalur pengadilan guna menegakkan hukum. "Karena keberhasilan Saudara Maftuh Basyuni saya dipecat, maka sebagai warga negara Republik Indonesia, Saudara Maftuh Basyuni apa yang terjadi pada 5 Juni telah mencemarkan nama baik saya, keluarga saya dan jamaah saya, saya akan memproses secara hukum. Biarkan kita sama-sama bertemu di pengadilan," ujar Aziddin.Sementara Menag Maftuh Basyuni terlihat hanya tersenyum dengan sebelah tangannya mengelus-elus dagunya. Di akhir sambutannya, Aziddin sempat mengucapkan terima kasih dan berharap akan berkumpul lagi dengan anggota DPR. "Ketua dan saudara-saudara rekan saya, saya berterima kasih. Berjumpa kita di lain kesempatan, di gelombang dan frekuensi yang sama," katanya yang disambut tawa anggota Komisi VIII.Aziddin lalu mengutip ayat dalam bahasa Arab yang kurang lebih artinya katakanlah kebenaran walau itu pahit.Menanggapi pemecatan terhadap Aziddin, Ketua Komisi VIII DPR Hazrul Azwar mengaku prihatin. Namun diar tidak bisa berbuat banyak karena sudah menjadi keputusan DPP PD. "Sebagai sesama anak Medan, saya merasa prihatin, kasihan beliau," ujar Hazrul. Mengenai gugatan Aziddin kepada Menag Maftuh Basyuni, dia menilaiitu urusan pribadi yang bersangkuan dan dia tidak bisa ikut campur. Sedangkan mengenai kedatangan dan pidato Aziddin dalam raker Komisi VIII merupakan pidato perpisahan semata. (zal/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads