Kisah Pardi Menjaring Tsunami

Kisah Pardi Menjaring Tsunami

- detikNews
Kamis, 20 Jul 2006 16:49 WIB
Cilacap - Supardi (37), warga Sidaurip, Kecamatan Binangun, Cilacap, benar-benar tak percaya dirinya bisa selamat dari amukan tsunami. Pasalnya, pada saat gelombang besar datang, ia tengah di pantai menebarkan jaring. Supari masih ingat betul kejadian itu. Saat menebarkan jaring ke laut, air sedang surut. Tidak tahu bahwa hal itu pertanda tsunami akan datang, ia malah masuk ke laut mengambil jaring. Ombak pun menerjangnya. Byuuarr!!!Lari? Ternyata Pardi tahan banting. Ombak yang menghantamnya di-cuekin. Ia kembali menebarkan jaring. Kali ini, ia masuk ke air laut hingga sepinggang. Ombak datang lagi dan menghantamnya."Ombak pertama dan kedua memang besar, tapi saya tidak tahu kalau itu tsunami. Saya tetap menjaring," katanya ketika ditemui di Pantai Widarapayung, Binangun. Pada gelombang pasang ketiga, Supardi harus mengalah. Karena kali ini, ombak yang datang sangat besar. Tubuh lelaki berkumis ini terlempar jauh dan menabrak pohon kelapa. "Saya sempat mencopot caping agar tidak tercekik. Tali jaring saya lepaskan. Begitu air surut, tahu-tahu saya sudah tersangkut di atas pohon kelapa," kenangnya. Benar-benar tak disangka, Pardi selamat. Ia terluka pada bagian dada sepanjang 15 centimeter karena tergores pohon kelapa. Dengan kesadaran yang masih utuh, dia turun dari pohon.Di Kecamatan Binangun, Satlak Cilacap mencatat 58 korban tewas. Para korban adalah pengunjung kawasan wisata, pencari lancang (sejenis kerang), nelayan, atau warga yang sedang berjualan di pantai. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads