Tunggu Barang dari Jerman, 3 Detektor Tsunami Belum Diperbaiki
Kamis, 20 Jul 2006 16:29 WIB
Padang - Tiga alat deteksi tsunami (buoy) yang sejak akhir tahun lalu dipasang di Aceh, Nias, dan Pagai Selatan, masih belum dioperasikan kembali. Tiga alat itu rusak dan hingga sekarang belum diperbaiki. Satu alat yang rusak sejak 22 Maret itu kini masih berada di gudang Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas Prasarana Jalan Sumbar. Sementara, dua alat lainnya diperbaiki di Jakarta dan di Aceh. "Hingga kini suku cadang, berupa modul sensor dan pengunci sambungan dengan rantai pengikat belum datang dari Jerman. Bila sudah datang, September mendatang alat itu sudah dapat dioperasikan kembali," ujar Peneliti Kelautan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Wahyu Widodo Pandoe, ketika dihubungi detikcom, Jumat (20/7/2006).Dikatakan Wahyu, tiga buoy itu terpaksa ditarik ke daratan setelah mengalami kerusakan karena lepasnya sambungan buoy dengan rantai pengikat yang menghubungkannya ke dasar laut. Menurut dia, ketika ditarik, alat pendeteksi tsunami itu ditemukan terapung di tengah laut."Alat tekanan bawah laut yang diikatkan dengan buoy akan mengirimkan laporan pada alat yang ada di permukaan laut bila terjadi tsunami. Laporan itu akan dilaporkan ke satelit yang kemudian meneruskannya ke peralatan di darat. Dengan demikian, kita dapat mengetahui telah terjadi tsunami sebelum gelombangnya sampai ke daratan," ujarnya menerangkan cara kerja peralatan itu.
(asy/)











































