Kasus Bunuh Diri dengan Pistol Polisi Terus Diselidiki

Kasus Bunuh Diri dengan Pistol Polisi Terus Diselidiki

- detikNews
Kamis, 20 Jul 2006 15:28 WIB
Jakarta - Polda Metro Jaya masih mendalami kasus peminjaman senjata polisi yang menyebabkan tewasnya Ferry Ariyanto. Kesimpulan sementara korban yang berprofesi sebagai paranormal ini (sebelumnya diberitakan berstatus dokter) `tewas karena bunuh diri.Hal tersebut dikatakan Kapolda Metro Jaya Irjen Adang Firman kepada wartawan di Markas Polda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (20/7/2006).Ferry tewas di dalam kamar rumahnya yang terletak di Jl Pulomas VIII No 49, Kayu Putih, Jakarta Timur, Selasa 18 Juli, dengan luka tembak di kepala. Sebelumnya Ferry sempat meminjam senjata kepada rekannya, Aipda Bambang Parofi.Dugaan sementara kasus ini adalah peristiwa bunuh diri. Namun demikian, Bambang tetap ditahan karena dinilai lalai meminjamkan senjata kepada pihak lain."Yang menembak itu bukan dia (Bambang), tapi dia ditahan karena pelanggarannya meminjamkan senjata," kata Adang.Penjelasan Adang ini sesuai dengan pengakuan Bambang saat diperiksa Propam Polres Jakarta Timur. Bambang juga mengatakan, saat dipinjamkan ke Ferry, senjatanya sudah dikosongkan terlebih dahulu.Benarkah demikian? Menurut Adang Firman, hal itu masih diselidiki kebenarannya. Begitu pula dengan motif bunuh diri Ferry dan keberadaan Bambang di rumah tersebut."Itu masih dalam penyelidikan. Tapi dia (Bambang) ke sana itu untuk mengungkapan kasus penipuan lewat paranormal. Belum dicek lagi ada peluru atau tidak (di pistol Bambang)," tutur Adang.Sebelumnya Kasatreskrim Polres Jakarta Timur, Kompol Daniel Tifaona mengatakan, antara Bambang dan Daniel sudah saling kenal. Pertemanan itu pula yang membuat Bambang mau meminjamkan senjatanya ke Ferry. (djo/)


Berita Terkait