Cara Membuat Pantun: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis dan Contohnya

ADVERTISEMENT

Cara Membuat Pantun: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis dan Contohnya

Widhia Arum Wibawana - detikNews
Jumat, 11 Nov 2022 13:06 WIB
Cara Membuat Pantun: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis dan Contohnya
Cara Membuat Pantun: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis dan Contohnya | Foto: Istimewa
Jakarta -

Cara membuat pantun bagaimana ya? Pantun adalah salah satu jenis puisi lama Indonesia. Tiap bait pantun biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b), tiap larik biasanya terdiri atas empat kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk sampiran dan baris ketiga dan keempat merupakan isi. (KBBI Kemdikbud)

Pantun memiliki peran dalam memelihara bahasa, menjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berpikir. Pantun bukanlah sembarang jenis puisi lama, melainkan memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan jenis puisi lama lainnya.

Ada beragam jenis yang dapat dikategorikan dalam berbagai kelompok, mulai dari pantun anak-anak hingga pantun orang tua. Ada juga pantun bersukacita hingga berdukacita. Kamu dapat membuat pantun dengan mudah ketika telah memahami cara membuat pantun yang baik dan benar.

Namun, sebelum membahas langkah-langkah cara membuat pantun perlu diketahui terlebih dahulu penjelasan tentang ciri-ciri dan jenis-jenis pantun.

Ciri-ciri Pantun

Dilansir situs resmi Kemdikbud, pantun memiliki ciri khas bahasa yang amat kental yang membedakannya dengan jenis puisi lama lainnya. Berikut ini ciri-ciri pantun:

1. Tiap bait pantun terdiri atas empat baris

Pantun memiliki ciri khas tiap baitnya selalu terdiri atas empat baris. Barisan kata-kata pada pantun dikenal juga dengan sebutan larik.

2. Terdiri dari 8-12 suku kata di tiap barisnya

Tiap baris pada pantun dibuat sesingkat mungkin, namun tetap padat isi. Oleh karena itu, tiap baris pantun umumnya terdiri atas 8 sampai 12 suku kata.

3. Pantun memiliki sampiran dan isi

Sampiran adalah pengantar yang biasanya tidak berhubungan dengan isi, namun menjabarkan tentang peristiwa ataupun kebiasaan yang terjadi di masyarakat. Untuk urutan pantun, sampiran berada di baris pertama dan kedua. Sementara isi pantun di baris ketiga dan keempat.

4. Pantun bersajak atau berima a-b-a-b

Sajak atau rima adalah kesamaan bunyi yang terdapat dalam puisi. Khusus untuk pantun, memiliki ciri khas sajaknya adalah a-b-a-b.

Cara Membuat Pantun: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis dan ContohnyaCara Membuat Pantun: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis dan Contohnya | Foto: detikcom/Thinkstock

Jenis-jenis Pantun

Jenis-jenis pantun amatlah beragam. Dikutip dari buku 'Peribahasa, Puisi, Pantun, Sajak' oleh Teguh Indriawan, berikut ini jenis-jenis pantun berdasarkan pengelompokannya:

1. Jenis pantun anak-anak, terdiri dari:

  • Pantun bersukacita
  • Pantun berdukacita

2. Jenis pantun orang muda, terdiri dari:

  • Pantun jenaka
  • Pantun dagang atau nasib
  • Pantun muda:
    - Pantun berkenalan
    - Pantun berkasih-kasihan
    - Pantun berceraian
    - Pantun beriba hati

3. Jenis pantun orang tua, terdiri dari:

  • Pantun nasihat
  • Pantun adat
  • Pantun agama

Nah, kini kamu sudah memahami terkait ciri-ciri dan jenis-jenis pantun. Selanjutnya mari membahas tentang langkah-langkah cara membuat pantun yang baik dan benar.

Cara Membuat Pantun

Dikutip dari buku 'Serba-Serbi Pantun' karya Wendi Widya R.D., berikut ini langkah-langkah yang perlu diperhatikan terkait cara membuat pantun yang baik dan benar:

1. Menentukan topik atau tema pantun

Langkah pertama cara membuat pantun adalah menentukan topik atau tema pantun. Topik atau tema pantun dapat berasal dari apa saja, seperti dari pengalaman pribadi, perasaan hati, peristiwa yang dilihat ataupun yang didengar. Contohnya: tema pantun cinta, transportasi, budi pekerti, atau pekerjaan.

2. Memilih jenis pantun yang ingin dibuat

Langkah kedua cara membuat pantun adalah memilih jenis pantun yang ingin dibuat sesuai tema yang sudah ditentukan sebelumnya. Contohnya: jenis pantun sukacita, dukacita, ataupun perkenalan.

3. Menulis isi pantun terlebih dahulu (baris ketiga dan keempat)

Langkah ketiga cara membuat pantun adalah menulis isi pantun terlebih dahulu. Isi pantun yakni terdapat pada baris ketiga dan keempat. Perlu diperhatikan, isi pantun haruslah mencerminkan tema pantun.

4. Membuat kalimat sampiran (baris pertama dan kedua)

Langkah keempat cara membuat pantun adalah menulis kalimat sampiran. Sampiran pantun yakni terdapat pada pertama dan kedua. Perlu diingat, bunyi akhir baris pertama harus memiliki bunyi yang sama dengan baris ketiga. Begitu pula untuk bunyi akhir baris kedua harus sama bunyinya dengan akhir baris keempat.

5. Menggabungkan isi dan sampiran menjadi pantun

Langkah terakhir cara membuat pantun adalah dengan menggabungkan isi dan sampiran agar menjadi pantun yang baik dan benar. Jangan sampai terbalik, urutannya adalah sampiran pada baris pertama dan kedua, lalu isi pantun pada baris ketiga dan keempat.

Contoh-contoh Pantun

Contoh pantun anak-anak tema pantun bersukacita:

Memetik mangga di malam sunyi,
Jangan dimakan di pinggir api.
Ayo teman kita bernyanyi,
Bernyanyi-nyanyi hilanglah sepi.

Contoh pantun orang muda tema pantun perkenalan:

Bunga mawar milik tuan,
Mawar dibeli dari Surabaya.
Kalau boleh abang berkenalan,
Adik cantik siapa yang punya.

Contoh pantun orang tua tema pantun nasihat:

Tangan dicuci menjadi wangi,
Kaki dicuci tangan berkelit.
Apalah arti punya ilmu tinggi,
Kalau hati setinggi langit.

Demikian penjelasan tentang pengertian, ciri-ciri, jenis-jenis, dan cara membuat pantun beserta contohnya. Semoga bermanfaat!

(wia/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT