Tentara Pukul Wartawan, Mabes AD Minta Maaf
Kamis, 20 Jul 2006 15:02 WIB
Jakarta - Mabes TNI AD meminta maaf atas terjadinya pemukulan terhadap wartawan radio di Semarang oleh dua prajuritnya. Kejadian itu terjadi saat peristiwa jatuhnya pesawat latih milik Pusat Pendidikan Penerbang AD yang menewaskan dua orang."Saya menyampaikan permohonan maaf. Sebaiknya kita sama-sama saling menghormati dalam melaksanakan tugas masing-masing. Saya berharap, kejadian seperti ini tidak akan terjadi di masa yang akan datang," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Ricardo Siagian di kantornya, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (20/7/2006).Seperti diberitakan, Rabu kemarin pesawat latih Cassa 212 milik Pusat Pendidikan Penerbang AD (Pusdik Penerbad) jatuh di dekat Bandara Ahmad Yani, Semarang. Dua orang tewas, yaitu Kapten Kav Faizal Budi Mandaka dan Lettu Art Berto Tambunan.Saat itu sejumlah wartawan langsung menuju lokasi guna meliput peristiwa tersebut. Namun terjadi insiden antara wartawan daerah dengan personel TNI yang saat itu sedang mengamankan lokasi kejadian.Dijelaskan Ricardo, saat ini kedua personel TNI AD yang bernama Kopral Kepala Syukron dan Sersan Dua Zulhamdan sudah diperiksa oleh Polisi Militer Kodam IV/Diponegoro. Keduanya merupakan anggota satuan Pusdik Penerbad.Menurut Ricardo, dari hasil tayangan kamera televisi peristiwa itu sebenarnya bukalah pemukulan, melainkan wartawan itu terdorong dan jatuh ke tambak. "Mungkin dia jatuh, tapi saya sambut baik langkah wartawan yang melaporkan ke Pomdam," katanya.Ditambahkan Ricardo, kedua penerbang yang jatuh itu adalah siswa yang sedang mengikuti untuk menjadi kapten pilot. Sedangkan pesawat latih yang jatuh adalah jenis Cassa 212 produk tahun 1983 dan sudah dipakai oleh Pusdik Penerbad sejak tahun 1984.
(zal/)











































