TV dan Radio Diwajibkan Siarkan Info Gempa dari BMG
Kamis, 20 Jul 2006 13:24 WIB
Jakarta - Bencana gempa datang bertubi-tubi. Menkominfo Sofyan Djalil tidak ingin media massa berpangku tangan. Ia akan mewajibkan media, terutama TV dan radio menyiarkan dengan cepat informasi dari BMG."Kita ingin membuat peringatan dini gempa dengan mem-broadcast kepada publik lewat seluruh media, terutama TV dan radio," ungkap Sofyan di Kantor BMG, Jalan Angkasa I, Kemayoran, Jakarta, Kamis (20/7/2006).Selain media massa, Depkominfo juga akan menjalin kerjasama dengan Telkom untuk menyebarluaskan SMS bencana."Kalau BMG sudah siap, kita mulai mencoba 1-2 hari ini akan ada trial atau percobaan sirene di TV. Dalam keadaan sesungguhnya akan diikuti perintah penyelamatan diri dan sebagainya," urai Sofyan.Sofyan mengaku sudah meminta contact person dengan televisi yang berwenang memutus program bila terjadi gempa."Ini harus segera. BMG perlu dukungan teknis, memang ada risiko bila tidak terjadi tsunami akan ada kepanikan, tapi itu lebih penting daripada tidak ada peringatan terus muncul korban," ujar Sofyan.Pemerintah, imbuh dia, juga akan menggerakkan para bupati, pemda, camat hingga masyarakat, sehingga jumlah korban bisa diminimalisir.Meski tidak ada MoU yang ditandatangani dengan media massa seperti TV dan radio, media-media tersebut wajib menyiarkan informasi bencana. Jika tidak, maka pemerintah akan mengenakan sanksi."Sanksinya di UU (RUU Penanggulangan) Bencana Alam sudah ada, pidana dan sebagainya," kata dia.Jika UU Penanggulangan Bencana Alam belum disahkan, kata Sofyan, pemerintah akan menjeratnya dengan UU Keamanan Publik. "Di KUHP juga dikatakan kalau ada orang mau celaka tapi anda tidak ngasih tahu, anda dihukum," tegas dia.Tidak hanya UU tersebut, pihaknya, lanjut Sofyan, juga akan berpegang teguh pada UU Penyiaran.Mengenai perlengkapan deteksi dini bencana, Sofyan mengatakan, akan terus menambah secara bertahap dan anggarannya akan diambil dari APBN."Sekarang kan permasalahannya banyak juga alat yang dicuri orang. Sampai 2008 ditargetkan ada 180 peralatan di seluruh Indonesia," kata Sofyan.
(umi/)











































